Pia Amanda Nurhusni

Aku merindu

Waktu dimana selepas subuh

Selepas do’a-do’aku

Dan do’a-do’a mu diperdengarkan pada Sang Khalik



Aku merindu

Di waktu selepas subuh

Waktu yang membuat jarak ratusan km

Berasa dipersingkat hanya menjadi sekian sentimeter



Dan rindu itu kini ku larungkan

Pada waktu selepas subuh

Dalam balutan do’a yang sama

Tentang aku dan kamu

Di waktu selepas subuh ...

Pia Amanda Nurhusni

Gurat luka itu kini membayangi lagi

Memunculkan euforia rasa pedihnya

Padahal sudah lama berlalu

Ya, aku dan kamu sebetulnya sama-sama tahu

Apa yang memanggilnya datang kembali

Masa lalu


Kesalahan yang berulang

Maaf yang berulang

Pada kau dan aku yang tetap sama

Pada akhirnya kembali memanggil ia yang bernama luka

Pia Amanda Nurhusni

Untukmu yang bukan pujangga

Dari aku yang hanya sekedar ingin mengungkap kata,

Binar mata berbahagia

Dan tatapan penuh cinta itu

Mengalirkan aku pada lautan asa

Menggulung semua ketakutanku di masa lalu

Memecahnya menjadi buih-buih yang lambat laun menghilang dan kemudian sirna

Untuk kemudian mengajakku

Pada dia yang ku sebut masa depan

Kini semua angan itu berjejer di pinggiran pantai hati

Satu persatu menanti dijemput nelayan kasih

Yang akan melarungkannya menjadi nyata

Pia Amanda Nurhusni

Ku larungkan rinduku

Dengan sampan-sampan yang bergerak perlahan

Yang juga melarungkan bualan-bualanmu

Tentang aku

Tentang kamu

Tentang kita

Andai saja bisa

Ingin ku tarik aliran sungai hati ini

Entah dari hulu ataupun hilir

Agar rindu dan mimpi semu itu terbawa arus dengan cepatnya

Hingga hilang dalam sekejap mata


- Kaki Gunung Tangkuban Perahu. Phee. -