Aku merindu
Waktu dimana selepas subuh
Selepas do’a-do’aku
Dan do’a-do’a mu diperdengarkan pada Sang Khalik
Aku merindu
Di waktu selepas subuh
Waktu yang membuat jarak ratusan km
Berasa dipersingkat hanya menjadi sekian sentimeter
Dan rindu itu kini ku larungkan
Pada waktu selepas subuh
Dalam balutan do’a yang sama
Tentang aku dan kamu
Di waktu selepas subuh ...
Gurat luka itu kini membayangi lagi
Memunculkan euforia rasa pedihnya
Padahal sudah lama berlalu
Ya, aku dan kamu sebetulnya sama-sama tahu
Apa yang memanggilnya datang kembali
Masa lalu
Kesalahan yang berulang
Maaf yang berulang
Pada kau dan aku yang tetap sama
Pada akhirnya kembali memanggil ia yang bernama luka
Untukmu yang bukan pujangga
Dari aku yang hanya sekedar ingin mengungkap kata,
Binar mata berbahagia
Dan tatapan penuh cinta itu
Mengalirkan aku pada lautan asa
Menggulung semua ketakutanku di masa lalu
Memecahnya menjadi buih-buih yang lambat laun menghilang dan kemudian sirna
Untuk kemudian mengajakku
Pada dia yang ku sebut masa depan
Kini semua angan itu berjejer di pinggiran pantai hati
Satu persatu menanti dijemput nelayan kasih
Yang akan melarungkannya menjadi nyata
Ku larungkan rinduku
Dengan sampan-sampan yang bergerak perlahan
Yang juga melarungkan bualan-bualanmu
Tentang aku
Tentang kamu
Tentang kita
Andai saja bisa
Ingin ku tarik aliran sungai hati ini
Entah dari hulu ataupun hilir
Agar rindu dan mimpi semu itu terbawa arus dengan cepatnya
Hingga hilang dalam sekejap mata
- Kaki Gunung Tangkuban Perahu. Phee. -