Perjalanan dengan kereta api kali ini mengantarkan saya dan dua teman saya Uly dan Rizki berkunjung ke Kota Apel, Malang. Sebetulnya hanya saya dan Uly saja yang pergi dalam rangka "berkunjung" karena Rizki memang berdomisili di Malang selama masa studinya ini. Singkat cerita kami bertiga berangkat dari Stasiun Padalarang setelah terlebih dahulu naik KRD dari stasiun Kiara Condong Bandung. Inisiatif untuk berangkat dari stasiun Padalarang adalah kami mengantisipasi agar jangan sampai kami tidak kebagian kursi, akan cukup melelahkan jika kami tidak dapat tempat duduk yang nyaman dengan rute perjalanan yang memakan waktu lama. Ya, kami nanti akan turun di Stasiun Kediri dengan lama perjalanan kurang lebih 18 Jam (Karena tujuan kami adalah Kediri dan kami tempuh menggunakan Kereta ekonomi Kahuripan dengan tiket seharga Rp 38.000,-).
Setibanya di Kediri pada keesokan harinya, 6 Juli 2011 pada pukul 13.00 kami bernafas sangat lega. (Bersyukur lebih tepatnya setelah beragam macam pemandangan dan kejadian yang silih berganti hadir di sela-sela perjalanan kami kali ini). Kami lalu menuju ke loket pembelian tiket untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Apel Malang. Stasiun Kediri termasuk salah satu stasiun besar menurut saya, saya berharap suatu saat nanti bisa mampirke stasiun ini lagi. Dari Kediri kami naik kereta Dhoho yang berangkat sekitar jam 14.30 dengan harga tiket Rp 5.000,-. Perjalanan Kediri - Malang ditempuh dengan waktu kurang lebih sekitar 3 jam.
Setibanya di Stasiun Malang kami diantarkan oleh Pa Salam (rekan kerja Bapa selama bertugas di Malang) ke kostan Mbak Wheni. Mbak Wheni ini teman kampus Mas Dani, dia ayu, cantik, baik hati dan aura cerdasnya terpancar natural dari wajah cantiknya. Selama kami di Malang kami menginap dititipkan Mas Dani di kostan Mbak Wheni. Pada akhirnya kami menutup hari ini dengan tidur nyenyak setelah melewati perjalanan selama 20 Jam.
7 Juli 2011
Hari ini kami akan pergi ke Jatim Park 1! Tempat wisata yang sudah membayangi saya untuk dikunjungi sejak saya masih duduk di kelas tiga SMA. *ulah teman-teman Bapa ini yang selalu ngabibita tentang Jatim Park* Berhubung Mbak Wheni dan Mas Dani ada halangan jadi Saya dan Uly pergi ke Jatim Park hanya bersama Rizky dan Teddy (Teman SD saya sewaktu di Malang).
Jatim Park 1 merupakan taman bermain yang memiliki rangkap konsep sebagai taman edukasi. Jatim Park 1 terletak di kota Batu sekitar 1 Jam dari Malang kota.Tiket masuk Jatim Park seharga Rp 50.000,- Taman bermain ini memiliki konsep unik yang memadukan konsep Dunia fantasi dan Museum IPTEK di Jakarta. Mengapa tidak, Taman bermain ini memiliki wahana semacam kicir-kicir, ontang-anting dan kora-kora (Meskipun tidak sebesar Dufan) tetapi tempat ini juga memiliki arena belajar seperti ruangan dengan penuh alat peraga.
Kami menjajal satu persatu permainan yang ada disini. Sayang tidak semua permainan dapat kami nikmati karena Saya dan Uly bukan tipe pemberani untuk naik wahana semacam kicir-kicir. Setelah puas bermain kami mampir ke tempat merchandise untuk membelikan oleh-oleh untuk peergroup kami di Bandung.
Pulang dari Jatim Park 1 kami mampir dulu di warung makan Mak Par. Warung ini kecil dan sederhana tapi terkenal dengan sajian ayam krispy-nya yang dipenyet. Jika datang terlalu malam bisa jadi kita akan kehabisan. Harga 1 porsi nasi dan penyetan ayam krispy-nya cukup terjangkau, kalau tidak salah sekitar Rp 5.500,-/ Rp 6.000,- saja. Rasanya jangan ditanya, memang enak!
Setelah merasa kenyang kami pulang ke kostan Mbak Wheni kemudian bergegas mandi karena kami memiliki agenda lagi setelah ini. Ya, karena liburan kami di Malang hanya terbatas beberapa hari kami berusaha memadatkan waktu. Setelah mandi dan shalat magrib Uly pergi dengan Rizki dan teman-temannya yang lain, sedangkan saya memiliki acara sendiri kumpul-kumpul dengan teman SD saya yang sudah hampir 9 tahun lamanya tidak bertemu.
Acara kumpul-kumpul kami malam ini terasa hangat, kami masih bisa bercanda seperti biasa tanpa perasaan canggung setelah hampir sembilan tahun tidak bertemu dan lost contact. Ya, kami baru bisa berkomunikasi kembali setelah bertemu di jejaring sosial facebook sekitar kurang lebih 1 tahun yang lalu. Mereka sudah memiliki aktivitas yang beragam. Sahabat kecil saya Nico masih menyelesaikan studinya sama seperti saya, beberapa lainnya ada yang sudah bekerja dan ada yang sedang menyiapkan pernikahannya. Menyenangkan! Waktu sudah menunjukkan larut malam, sudah waktunya saya pulang. Besok saya, Uly dan Mas Dani akan pergi ke Bromo! Horeee. Bubye teman-teman semua, bubye teman-teman SD ku, See you in a greatest future!
7 Juli 2011
Hari ini kami akan pergi ke Jatim Park 1! Tempat wisata yang sudah membayangi saya untuk dikunjungi sejak saya masih duduk di kelas tiga SMA. *ulah teman-teman Bapa ini yang selalu ngabibita tentang Jatim Park* Berhubung Mbak Wheni dan Mas Dani ada halangan jadi Saya dan Uly pergi ke Jatim Park hanya bersama Rizky dan Teddy (Teman SD saya sewaktu di Malang).
Jatim Park 1 merupakan taman bermain yang memiliki rangkap konsep sebagai taman edukasi. Jatim Park 1 terletak di kota Batu sekitar 1 Jam dari Malang kota.Tiket masuk Jatim Park seharga Rp 50.000,- Taman bermain ini memiliki konsep unik yang memadukan konsep Dunia fantasi dan Museum IPTEK di Jakarta. Mengapa tidak, Taman bermain ini memiliki wahana semacam kicir-kicir, ontang-anting dan kora-kora (Meskipun tidak sebesar Dufan) tetapi tempat ini juga memiliki arena belajar seperti ruangan dengan penuh alat peraga.
| Wahana di Jatim Park 1 |
Kami menjajal satu persatu permainan yang ada disini. Sayang tidak semua permainan dapat kami nikmati karena Saya dan Uly bukan tipe pemberani untuk naik wahana semacam kicir-kicir. Setelah puas bermain kami mampir ke tempat merchandise untuk membelikan oleh-oleh untuk peergroup kami di Bandung.
Pulang dari Jatim Park 1 kami mampir dulu di warung makan Mak Par. Warung ini kecil dan sederhana tapi terkenal dengan sajian ayam krispy-nya yang dipenyet. Jika datang terlalu malam bisa jadi kita akan kehabisan. Harga 1 porsi nasi dan penyetan ayam krispy-nya cukup terjangkau, kalau tidak salah sekitar Rp 5.500,-/ Rp 6.000,- saja. Rasanya jangan ditanya, memang enak!
| Warung Mak Par |
Acara kumpul-kumpul kami malam ini terasa hangat, kami masih bisa bercanda seperti biasa tanpa perasaan canggung setelah hampir sembilan tahun tidak bertemu dan lost contact. Ya, kami baru bisa berkomunikasi kembali setelah bertemu di jejaring sosial facebook sekitar kurang lebih 1 tahun yang lalu. Mereka sudah memiliki aktivitas yang beragam. Sahabat kecil saya Nico masih menyelesaikan studinya sama seperti saya, beberapa lainnya ada yang sudah bekerja dan ada yang sedang menyiapkan pernikahannya. Menyenangkan! Waktu sudah menunjukkan larut malam, sudah waktunya saya pulang. Besok saya, Uly dan Mas Dani akan pergi ke Bromo! Horeee. Bubye teman-teman semua, bubye teman-teman SD ku, See you in a greatest future!
| *Kumpul setelah hampir 9 tahun tidak bertemu* |



