Pia Amanda Nurhusni
Kemarin kemarau panjang
Cukup lama berselang. Mungkin. Dalam hitungan waktuku.
Tak ada kabar tak ada berita karena tak ada angin berhembus.

Kemarin entah karena suatu apa angin segar kembali bertiup
menyapukan dedaunan sisa kemarau dalam tempat bernama hati
tak tau apa gerangan maksudnya
masihkah untuk menyampaikan pesan yang sama seperti apa yang telah disampaikan sebelumnya?

Anginnya cukup menyejukkan
namun tak tau ini akan berlangsung sampai kapan
lelah dengan sang angin yang selalu seperti ini
tiba-tiba datang dan tiba-tiba pergi
tapi tak begitu juga sesungguhnya.
setidaknya selalu kuucap syukur ketika masih terasa hembusan angin itu
hanya saja tetap ketakutan terkadang merasuk dalam pikiran?
dalam bayang yang tak pernah henti menutup lembaran kisah masa lampau.
akan ketakutan kembali dihempas sang angin.
Pia Amanda Nurhusni
Disana aku melihat
sebuah langit tanpa batas
dimana tersimpan berjuta cerita

menatap sejenak mencoba berbaur, dengan alam
hening dan tak termaknai
bukan karena tanpa makna, karena ternyata judtru semakin banyak yang harus dimaknai

melangkah lelah tak hanya bisa dengan sebelah sayap
karena sisi kiri sayapku telah patah,
bukan tak sengaja
karena memang sengaja kupatahkan, ku tinggalkan di masa laluku

karena aku tau, aku tak akan bisa terus melangkahkan semua semangat ini jika sayap itu terus bersamaku...

kau tahu, kini aku terjatuh kembali
dijatuhkan kembali tepatnya
di atas bumi yang mengasihani
menyedihkan
tampak sangadh memalukan

sudah tak terhitung airmata yang jatuh mengairi lautan memori
yang melintasi ruang dan waktu

karenanya aku tetap disini
dalam ketiadaan ruang dan waktu
bebbaur menerawang langit tanpa batas
mencari sepasang mata berwarna biru lazuardi...

Pia Amanda Nurhusni
Hmm...

Tengah malam pukul 2.20 am, alarm bunyi, oil ngebangunin, pionk, setengah 3!
Ukh, take home examination yang memaksa untuk bangun tengah malam mengerjakannya. Jujur: Ngantuk banget!
"10 menit lagi Oil," akhirnya baru benar-benar terbangun pada pukul 3.30 am,,,
bubu lagi setengah jam!

mengerjakan uas tek humz ntu baru beres jam 12.40 am, sedangkan jam 13.00 ada kuliah,,,
tiba di kampus, Dosen belom dateng, saatnya mengefektifkan waktu bwatd ngeprint uas TBKK ntu, pergi bersama c orange, tiba disana... membuka FD, membuka file, dan akhirnya,,,

"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkhhhhhhhhh????? kenapa balik lagi ke 5 halaman? kenapa yang no 4 ga ada jawabannya!" terjadi jam 14.00
sedangkan uas ntu dikumpulin jam 15.00 tenG! lemes, bingung, wanna cRy!

alhasil, gag jadi kuliah asessmen karena mengerjakan ulang uas di warnet.
selesai darisana, ya ampun, tadi kan ngerjainnya di kumpi nya warnet! belom di copy! balik lagi donk ke warnet bwat ngopy ulang, mana tadi perjalanan pertama keluar warnet ketemu orang gila dan akhirnya aquh bersembunyi dibalik mang-mang tukang dagang yang aku pun sejujurnya lupa tukang apa ituwh (^_^)

selesai dari sana pergi ke tempat print, karena terburu-buru seudahnya diprint buru-buru pergi, baru sampe depan, Masya Allah! FD ketinggalan, pas ngambil, Ya ampun, A, kan belom bayar ya!


Uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
memalukan sangadh! Hari yang panjang memang di jum'at sebelum sabtu!

Hmm,,, TBKK,, TBKK,,, selalu ada kisah dibalik tugas-tugasmu,,,
Pia Amanda Nurhusni
Hari ini cukup menyedihkan [sepertinya]

Dimulai di pagi hari, mencoba mengeprint kembali halaman awal bookreport, aikh printer tak mw jalan.

Selanjutnya. Hari ini berencana shooting proses konseling dengan konseli.
1.kamera ga jalan, terselamatkan dengan temend pinjem punja temend.
2.Konseli gag jelas nasibnya? mengundur waktu shooting, sementara?
3.Deadline tugas2 smakin deket! uargh...

Nd Then, sepulang dari beraktifitas di hari ini, saat maghrib menjelang, motor di depan ngebut, dan berenti tiba2 kayak yg mw jatoh. Hffh,,, alhamdulillah,,, untung jaga jarak, kaki lemes bangetd inget kejadian tadi.

Malam hari. selese ngerjain PLSBT [baru ajah], laper --> masak mie? jari dunk kena panci bwat masak mie,,,

aikh hari yg panjang, selese nulis ini saatnya merefresh tenaga bwat besok, smangadh!
*Pheea Luph Biru
Pia Amanda Nurhusni
Hari senin. kembali pada rutinitas dunia pada kehidupan nyata yang mungkin sesungguhnya fana. kembali menjadi para aktor dan aktris terampil, memainkan skenario kehidupan yang ada. Peran yang dimainkan pun beragam, kadang menimbulkan kebingungan.

Bukan bingung berperan apa melainkan bingung dengan peran tersebut harus bersikap bagaimana? Kadang tak mengerti, jenuh sendiri dengan permainan peran ini. Entah jenuh karena tak bisa memainkan peranan dengan baik ataukah jenuh karena rutinitas peran yang harus dimainkan?

Menyenangkan bila tiba di akhir pekan, karena sang pemilik ruh telah kembali pada raga yang sesungguhnya, bermain peran atas dirinya sendiri. Seolah berpacu berlari dengan diri sendiri. hingga berakhir pada satu muara: sendiri.

lelah kadang ketika tak bisa memainkan peran dengan baik. Berjalan tertatih dengan kedua kaki yang seolah sudah tak mampu lagi dijadikan tumpuan. Apa yang telah bermekaran in sunday morning terkadang gugur di senin pagi. Tak mengerti kapan semua ini akan menemukan kisah yang lebih bisa dipahami...
Pia Amanda Nurhusni
Bagaimanapun mendengar lagu itu jiwa gadis kecil berseragam putih merah di masa lalu tak bisa diam. Ruhnya bangkit, tanpa sadar ia memuji atas makna dibalik lagu itu. Kaguma akan pengakuannya dan kebertahanannya, tapi keyakinan ruh sang gadis cilik runtuh seketika membayangkan bahwa apa memang mungkin ia sanggup bertahan selama ini? terhitung 9 tahun seperti yang lelaki itu sampaikan. Sama seperti kisah si gadis cilik menanti sang ranger biru cilik.

Apa ini sebuah karma? tapi si gadis cilik tak pernah menyadari dan tak pernah benar-benar mengetahui bahwa pernah ada satu pertanyaan yang entah itu membutuhkan jawaban atau tidak yang tertinggal di masa lalu.

Sang lelaki kembali mengirimkan sebuah lagu rindu milik kerispatih atas nama si bocah cilik:

Bintang malam katakan (sampaikan) padanya

Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya

Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan

Gadis cilik yang kini beranjak dewasa itu cukup tersanjung atas keindahan liriknya. Namun ia rapuh. Yang ia yakini lagu itu tetap hanya untuk si gadis berponi berambut pendek berponi kecil walaupun si bocah lelaki yang juga saat ini beranjak dewasa meyakinkannya bahwa ini untuk gadis kecil yang saat ini beranjak menuju dewasa.

Kerapuhannya semakin menguat ketika ia mendengar salah seorang temannya mengucap, "Jangan lupa kawan, mereka telah bertemu dengan banyak orang baru di masa mereka tak bertemu denganmu. Dan tak bisa kau pungkiri bahwa orang-orang baru itu telah banyak melukiskan banyak sejarah baru di hidup mereka juga..."

Seketika aku merasa lemas dan tak berdaya. Ia seolah mengatakan bahwa walau bagaimanapun aku bagi mereka pun adalah lembaran masa lalu mereka seperti mereka bagi diriku. walaupun ada benang merah yang belum terputus untuk menghubungkan kedua masa itu tapi tak bisa kupungkiri apa yang ia katakan benar adanya. Ya Rabb? apakah ini ujian untuk tekadku yang mengucap hendak melangkah ke masa depan?
Pia Amanda Nurhusni
Detik ini sedang berada di masa lalu : jiwaku.
seseorang tiba-tiba muncul dengan mengirimkan sebuah pesan lewat sebuah lagu yang sesungguhnya tak ditujukan langsung padaku melainkan pada gadis kecil berponi berambut pendek bermata kecil berseragam putih merah di masa lalu.

ku lukiskan lagi sebuah ingatan
yg mungkin tlah terlupakan jauh dulu
kau sapa hangat hariku
mengungkap kebahagiaan yg terpendam
sejenak penuh arti

mungkin kita tak harus jadi satu
tapi cukup bagiku kehadiranmu


dan ternyata
kau sanggup mengurung rasaku
tuk bertemu lagi denganmu
dan ternyata
perpisahan dulu mungkin itu luka
tapi ku tetap menjaga

namun ku tetap mengenang dirimu
di hatiku
dan ternyata indah

Sebuah lagu indah milik kerispatih ia berikan. sesungguhnya tak mengerti mengapa tiba-tiba? Tak tau akan datang kejutan dari masa lalu. Sempat terlintas apa yang akan kulakukan bila tiba-tiba ia sudah datang dan berdiri di hadapanku saat ini?

Sebuah keraguan muncul, banyak prakata dari hati mengucap "itu untuk gadis kecil berseragam putih merah dari bocah lelaki berseragam putih merah pula, bukan untukmu!"

Satu penyesalan, aku tau itu untuk si gadis kecil. tapi mengapa harus diberikan kepada ia yang bukan lagi gadis kecil. Kemudian timbul penyimpulan, itu hanyalah sebuah penyelesaian masa lalu yang di lakukan di masa depan. Walaupun sebenarnya aku tak berpikir bahwa ini sebuah penyelesaian.

Pia Amanda Nurhusni
Rutinitas pagi, terbangun sebelum subuh.
Bingung melakukan apa pagi ini walaupun sebenarnya ada yang harus dilakukan hari ini. Alhasil menanti adzan subuh berkumandang dan setelah itu membangunkan teman2 yang semalam menginap bersama.

Agenda pagi ini: pergi observasi ke SMKI Karawitan Bandung melengkapi data observasi yang ada untuk tugas minggu depan. Di perjalanan? aikh, tak kuat mengantuk sekali.

Pulang dari SMKI kembali menjelajah dunia maya. Tak tau kenapa tiba2 memori mengajak berputar arah ke masa lalu. selalu begitu! tapi selalu berhasil mengatasi pula.

Mengherankan dan melelahkan sesungguhnya bila terus begini, apa harus berulang kali ku yakinkan bahwa telah kukatakan SELAMAT DATANG MASA DEPAN! ???

Ketakutan selalu ada ketika aku sudah berpijak pada kisah masa depan tetapi pintu gerbang masa lalu kembali terbuka. hingga memperlihatkan apa yang tampak tak mungkin dan menjadi sebuah ujian kebimbangan...
Pia Amanda Nurhusni
Hari ni seperti biasa, kembali pada kehidupan nyata mengikuti alur skenario kehidupan, sebagai: mahasiswi.

pagi ini, setelah bangun dan melaksanakan shalat membuka c gery untuk mengecek filr tugas mikro konseling. merevisi tugas itu juga tentunya.
di kampus? dosennya sakit (cepet sembuh ya Bu, senang berdiskusi dengan ibu), alhasil seperti biasa terjadi kericuhan di kelas.

Pulang? menyusuri jalanan menuju kostan, setelah itu melompat menyusuri tepian dunia maya. tak sedang jenuh, sungguh, tapi hanya sedang memperlebar garis lengkung di wajah. tak henti mengucap syukur, alhamdulillah,,, terima kasih Ya Rabb,,, hari ini kau masih membiarkanku membuka mata, menikmati betapa angin segar sering bertiup, dan harmonisasi keunikan individu di kelas...

Terlintas beberapa saat,
beberapa waktu lalu selalu terkungkung oleh masa lalu, masa di mana selalu dihadapkan pada bayang-banyang ranger biru cilik yang tak juga peka akan sekelilingnya. Tak tanggung-tanggung, semua itu terbuang sia-sia 9 tahun...

Bersyukur, masa kritis itu lambat laun sudakh terlewati, perlahan tapi pasti garis lengkung akan kembali menghiasi lukisan wajah...
meninggalkan masa lalu dan berkata selamat datang untuk masa depan! cuz i'm d'wonder woman!