Pia Amanda Nurhusni
Hari ini adalah 29 Desember 2012. Hari dimana jatah hidup saya di dunia mulai berkurang. Tentu saja yang pertama harus saya lakukan adalah bersyukur kepada Allah SWT karena sudah diberi kepercayaan dan nikmat yang tidak terkira untuk menjalani kehidupan selama 24 tahun ke belakang. Ya, hari ini saya  menginjak tahun ke 24, sedikit mengejutkan melihat angka tersebut untuk saya. Ternyata saya tidak muda lagi. hoho.

Hari ini betapa syukur yang tidak terkira aku panjatkan ke hadiratMu Ya Rabb, Engkau telah menempatkanku pada keluarga, sahabat dan orang - orang sekeliligku yang menyayangiku. Hari ini sebenarnya sedikit menyedihkan karena ternyata racap saya sendiri lupa kalau hari ini adalah tanggal 29. Ya, di lupa hal itu karena kebiasaan lamanya kambuh lagi. Tidur selepas solat subuh :(
Padahal dia sengaja turun gunung lebih awal karena tau hari ini hari yg spesial untuk saya, padahal hari kemarin dia jelas-jelas bilang 'Besok dandan yang cantik ya kita ngedate'dan akhirnya semuanya rusak karena saya terlanjur mengandung bete. Ya saya kesal karena dia lupa dan penyebabnya karna bangun siang. menyebalkan!

Saya tau mungkin dia lelah sehabis naik gunung kemarin hari, atau mungkin menunggui mama nya yang memang sedang kurang enak badan. Tapi untuk sekedar mengucapkan lewat handphone pun dia lupa! *sewot*

Ya beruntung kami tetap pergi 'ngedate' walaupun sudah dengan mood yang berantakan. Tapi tetap ketika saya sadari laki-laki menyebalkan yang ingin saya tinggalkan hari ini sebetulnya pria yang baik yang selalu berusaha ada di saat saya butuh dia. Ya, toh kami memang masih proses memperbaiki diri sendiri. Yang saya tau kami akan sama-sama berusaha berjuang menjadi lebih baik bagi diri kami sendiri dan bagi orang-orang yang kami sayangi.
Pia Amanda Nurhusni
Akhirnya tiba jugalah pada hari ini, hari dimana ceremonial kelulusan saya (dan seluruh mahasiswa yang sudah melaksanakan sidang) sebagai seorang sarjana dirayakan besar-besaran oleh kampus kami tercinta, Universitas Pendidikan Indonesia. Hari pelaksanaan wisuda kami bertepatan dengan tanggal cantik yang tertera pada kalender masehi, 20-12-2012 a.k.a 20 Desember 2012.

Ada perasaan senang, bahagia, haru, sedih, dan juga cemas menghampiri. Perasaan pertama yang saya rasakan tentu merasa senang dan bahagia. Acara wisuda ini merupakan penanda bahwa kami telah lulus dari kampus kami tercinta. Dan siapa yang tidak akan berbahagia ketika seseorang dinyatakan sudah menyelesaikan satu tahapan masa studi? Tentu, saya merasakan perasaan yang sangat mainstream sekali disini, saya sangat senang dan berbahagia ^^

Perasaan haru terselip disana, ketika nama para wisudawan disebut satu persatu dalam megahnya gymnasium UPI, dan terdengar jelas nama saya menjadi salah satu nya, Pia Amanda Nurhusni, S.Pd. Sebuah moment yang cukup menyentak untuk saya bersyukur kepada Allah SWT. Sebuah moment dimana saya diingatkan betapa nikmat apa yang tidak Tuhan berikan kepada saya? Betapa saya sedang ditunjukkan sebuah hasil jerih payah do'a dan usaha bapa mama saya. Tiga lembar berharga di dalam sini, Ijazah, transkrip nilai dan akta IV ini merupakan hasil cucuran keringat bapa mama saya, do'a mereka yang tiada henti meski tidak saya pinta sekalipun. Dan baru ini, Ma, Pa, yang bisa anakmu berikan di hari ini. Semoga ilmu dan rezeki yang berkah senantiasa menyertai melalui tiga lembaran berharga hasil jerih payah kalian selama ini untuk mendukung penyelesaian studi saya di Universitas Pendidikan Indonesia. Untuk saya orang tua seperti mereka sangatlah luar biasa, seorang bapa yang lulusan Diploma dan ibu yang lulusan SKKA (setara dengan SMA jaman sekarang) dapat mengantar anaknya menjadi seorang Sarjana. Terimakasih Ya Allah, Terima kasih Mama, Terima kasih Bapa..

Saya selalu teringat bahwa mereka cukup memanjakan saya untuk apa yang saya butuhkan bukan apa yang saya inginkan. Ya, dulu saya seringkali meminta uang sekedar Rp 9.000,- untuk membeli sebuah komik tapi mereka sama sekali tidak memberikannya. Mereka berfikir karena barang itu keinginan saya bukan kebutuhan saya maka saya harus mendapatkannya dengan menyisihkan uang jajan saya sendiri. Berbeda jelas ketika saya baru berfikir untuk membutuhkan alat bantu mengerjakan tugas ketika akan masuk perguruan tinggi, mereka memfasilitasi saya dengan sebuah laptop semenjak semester awal. Dan mereka memberikan itu tanpa saya minta. 

Teringat kata-kata Mama ketika Saya, Mama dan Bapa sedang bercengkrama sebelum hari H Wisuda. Bapa saya dari dulu memang jauh lebih mementingkan keperluan pendidikan anak-anaknya ketimbang kebutuhan tersier lainnya. Mama bilang ketika Gaji Bapa sangat pas-pasan untuk menghidupi keluarga kami yang hidup di perantauan Beliau tetap berusaha menyisihkan sebagian uangnya untuk membeli Kamus Besar Bahasa Inggris. Padahal ketika itu saya baru menginjak SD kelas 1 yang sebetulnya keperluan tersebut masih bisa ditunda. Ya, ketika para orang tua lain sibuk mendandani anak-anaknya dengan sepatu bermerk, perhiasan semacam kalung ataupun gelang, Bapa saya justru menyisihkan uangnya untuk mempersiapkan kebutuhan pendidikan anaknya. Saya tau, bukan tidak ingin Bapa saya memberikan barang-barang tersebut kepada kami anak-anaknya, tapi keterbatasan keluarga kami saat itu telah membuat bapa selektif dalam mengatur skala prioritas.

Dan hari ini, meskipun saya bersedih dengan ketidakhadiran bapa saya pada acara yang seharusnya jadi hadiah untuk Bapa dan Mama, saya tetap menaruh rasa syukur dan bangga memiliki mereka sebagai hal yg utama. Liat Pa, hari ini alhamdulillah do'a dan usaha mama bapa berhasil mengantarkan teteh jadi sarjana. High Heels yang teteh pake hari ini adalah high heels yang pertama dan satu-satunya teteh punya, pemberian bapa waktu nikahan Ba Evi empat taun yang lalu.. Ketidakhadiran bapa tetap menghadirkan bukti do'a bapa yang nyata, kelulusan teteh hari ini, duduknya teteh di gymnasium ini dan semua ini milik mama dan bapa :')

Saya akui saya bersedih ketika mendapati kabar bahwa bapa saya harus bertugas ke Padang di hari wisuda saya ini, padahal sejak jauh-jauh hari kami sudah merencanakan akan pergi bersama dan kemudian berfoto bersama. Dan sehari menjelang keberangkatan ke Bandung racap saya pun batal menghadiri wisuda saya karena pada waktu bersamaan dia mendapat panggilan psikotes kerja di Yogyakarta. Tapi tidak apa, mungkin Allah sedang menunjukkan kasih sayangNya kepada saya bahwa saya tidak boleh takabur, apapun dan serasa sesempurna apapun tetap Allah memiliki jalan terbaik yang akan Ia tunjukkan pada umatNya pada saat yang tepat.

Hmm.. Tak hanya itu, saya juga bersedih karena secara ceremonial saya akan berpisah dengan sahabat-sahabat saya, teman-teman kampus saya, kenangan akan Bandung yang ramah dan menyenangkan. Mulai saat ini kami benar-benar akan menjalani hidup kami masing-masing. Kembali ke daerah masing-masing sebelum akhirnya kami bertemu kembali di saat yang sudah lebih sukses dan lebih baik dari saat ini :')

Bagaimanapun ini adalah awal dari semuanya, maka seyogyanya Saya harus lebih semangat untuk berpacu dengan waktu meraih apa yang menjadi impian saya, mewujudkan apa yang menjadi harapan kedua orang tua saya, meraih kesuksesan dunia akhirat. Aamiin.

 

Pia Amanda Nurhusni

Sehari sebelum hari H pelaksanaan ceremonial kelulusan Saya, Saya dan keluarga sejenak melepas penat ke daerah Lembang. Kali ini tujuan kami adalah Strawberry farm Lembang. Tempat ini sangat cocok untuk wisata keluarga. Ketika kita akan masuk ke area ini kita tidak dikenakan tiket. Kita hanya diharuskan membayar apabila menyewa saung (Rp 30.000,-), Memetik strawberry (Rp 6.000,-/Ons), dan memetik bunga (Rp 10.000,-/Tangkai untuk pemetikan pertama, selanjutnya Rp 5.000,-/Tangkai).

Biaya sewa saung menjadi gratis apabila kita memesan makanan/minuman minimal dengan jumlah pembelian seharga Rp 50.000,-. Dan menurut saya makanan dan minuman disana cukup tasty. Banana Split dan batagor yang kami pesan cukup recommended untuk dicoba.




Disana kita boleh memetik strawberry sepuasnya dan dikenakan pembayaran saat hasil petikan kita ditimbang. Ketika kita akan memasuki wilayah kebun strawberry kita diberi perlengkapan Topi Caping, Gunting dan Keranjang untuk menyimpan hasil petikan. 





Setelah puas memetik strawberry saya dan kedua adik perempuan saya melanjutkan berjalan-jalan di kebun botani-nya. Disana kami melihat dari dekat satu persatu mawar yang sedang bermekaran. Baunya harum dan warna-warninya sungguh indah.


Penjaga kebun ini berkata bahwa bunga yang paling harum baunya adalah mawar yang berwarna merah muda, tapi entah kenapa justru untuk saya mawar merah jauh lebih harum. Selain kebun strawberry dan kebun bunga disini disediakan beberapa permainan anak meskipun tidak banyak. Permainan anak yg tersedia disini diantaranya adalah sepeda unik dengan harga Rp 10.000,- untuk satu kali sewa, motor ATV seharga Rp 20.000,- untuk satu kali main dan naik kuda seharga Rp 15.000,- untuk tiga kali putaran.
  

Berlibur ke tempat baru selalu menjadi hal yang menyenangkan bagi saya dan keluarga. Semoga lain waktu kami bisa mengunjungi tempat wisata lain. Viva Beautiful Indonesia~


Pia Amanda Nurhusni
Aku sedang mencoba menepis rindu
yang tentu tak lain ini ulahmu
Kau rajut terlalu kuat tuan!
Dari campuran rona dan pesonamu.

Aku tak mau ini jadi candu,
segera berikan aku penawarnya hai Tuan!
datangi aku segera,
meski sekedar lewat bayangmu yang berkelebat
Pia Amanda Nurhusni
Kancing kehidupan terlontar dengan perlahan
Burung pipit di seberang mengamatinya dengan seksama
Dan aku ikut serta
Memicingkan mata dari kejauhan

Bahagia, Sedih, Duka, Lara?
Nasib apa yang akan tertera?
Jangkrik saja sampai menahan nafas
Hingga suara sunyi senyap

Angin bergerak perlahan. 
Tak mau jadi kambing hitam penentu hasil lemparan benda bulat tadi
Begitu pun dengan sang raja hutan
Ia tunda keangkuhannya untuk menerkam
demi mendapati nasib yang murni

Ah kau kancing kehidupan!
Betapa kau dapati semua mata tertuju padamu?
Tunjukkan segera yang terbaik untuk kami.
Bisikku dalam hati.
Pia Amanda Nurhusni
Memasuki bulan Desember selalu akan tercium bau khas bulan kelahiran saya ini. Bau tanah selepas hujan, dan bau wijaya kusuma yang sedang mekar. Hmm, mungkin bagi sebagian besar orang wijaya kusuma bukan merupakan salah satu bunga yang familiar di telinga mereka. Karena saya pun baru mendengar tentang bunga ini sekitar 2 entah itu 3 tahun yang lalu.

Ketika itu Bapa saya sedang rajin dan asyik menikmati hobinya berkebun. Bapa sedang senang merawat Samia, aglaonema, euphorbia dan gelombang cinta. Di samping keempat tanaman tadi Bapa juga merawat tanaman lain. Suatu ketika di saat Bapa saya sedang asyik menyirami tanamannya saya bertanya, "Pa, ada nggak bunga yang mekarnya bulan Desember? Namanya apa?". Tidak berapa lama kemudian Bapa saya menjawab, "Ada, namanya Bunga Wijaya Kusuma. Bunganya sederhana, tapi cantik juga unik." Seketika saya langsung jatuh cinta pada bunga yang belum pernah saya dapati langsung itu.


Setelah mencari dan membaca beberapa artikel tentang bunga wijaya kusuma akhirnya saya dapati fakta bahwa sebetulnya bunga wijaya kusuma tidak hanya mekar di bulan desember melainkan kadang di bulan september atau november. Namun begitu memang bunga ini konon lebih sering didapati mekar ketika memasuki bulan desember.

Bagi orang jawa bunga wijaya kusuma menjadi salah satu bunga yang dianggap keramat karena menurut mitos pewayangan jawa bunga wijaya kusuma merupakan senjata sakti selain cakra yang dimiliki Prabu Kresna (Titisan Batara Wisnu). Bunga ini konon oleh Prabu Kresna digunakan untuk menghidupkan kembali orang yang sudah mati.

Bunga Wijaya Kusuma ternyata memang memiliki keunikan tersendiri. Ia memiliki waktu mekar yang sangat singkat dan hanya mekar pada malam hari. Ketika bunga lain pada umumnya mekar menghadap Matahari maka dapat dikatakan bunga ini mekar justru untuk mencari bulan yang sedang bersinar. Bunga ini bagi sebagian orang dianggap pembawa hoki. Barang siapa dapat menyaksikan mekarnya wijaya kusuma maka menurut mitos pewayangan jawa orang tersebut akan lancar rezekinya.

Sebagai umat muslim tentunya saya lebih menyerahkan soal rezeki, jodoh, hidup dan mati hanya pada Allah SWT. Saya jatuh cinta pada keindahan wijaya kusuma bukan karena mitosnya melainkan karena mekarnya di bulan desember. Sehingga berasa memiliki simbol tersendiri bagi bulan kelahiran saya. Selamat Datang Bulan Desember, semoga di bulan ini saya segera mendapat kabar yang terbaik, diberi kesehatan lahir batin,  dan dilancarkan rezeki. amin ^^
Pia Amanda Nurhusni
Kemarin malam saya mendapatkan kabar bahwa di kota dimana saya tinggal ini, a.k.a Tasikmalaya akan diadakan Job Fair selama dua hari. yakni tanggal 27 - 28 November 2012. Sebagai seseorang yang sedang menyandang gelar Job Seeker tentunya saya merasa ini merupakan salah satu peluang barangkali jodoh pekerjaan saya dapat dijemput melalui Job Fair ini (Meskipun agak ragu awalnya menduga-duga bahwa yang menjadi peserta Job Fair ini bisa jadi hanya perusahaan lokal saja). Karena browsing menjadi salah satu hobi saya akhir-akhir ini maka saya pun mencari informasi terlebih dahulu perusahaan apa saja yang mengikuti jobfair tersebut dan apakah posisi yang saya cari tersedia disana.

Pada akhirnya saya mendapatkan informasi yang membuat tertarik. Ternyata yang menjadi peserta di Job Fair ini tidak hanya perusahaan berskala lokal melainkan juga nasional dan tersedia untuk penempatan jabodetabek. Beberapa perusahaan besar yang menjadi peserta Job Fair kali ini diantaranya PT Sayap mas (Wings), Pharos Indonesia, Century Franchisindo Utama dan Kawan Lama Sejahtera. Perusahaan yang tadi saya sebutkan hanya beberapa dari sekitar kurang lebih 16 perusahaan peserta Job Fair. Ketertarikan saya menemukan nama keempat perusahaan besar tadi membuat saya memutuskan untuk ikut serta di acara Job Fair Tasikmalaya November 2012.

Entah memang karena masih proses merintis, memulai acara Job Fair di Tasikmalaya, saya melihat acara yang diselenggarakan hari ini masih terbilang sepi untuk ukuran Job Fair. Padahal posisi yang ditawarkan cukup beragam untuk latar pendidikan yang beragam pula dari lulusan SMA sampai dengan S1. Beberapa perusahaan bahkan nampak tidak hadir dan membiarkan tenda yang disediakan panitia kosong begitu saja. Beberapa lainnya hanya menympan pengumuman bagi yang hendak melamar posisi yang tersedia di perusahaan tersebut harap menyimpan amplop lamaran di meja perusahaan tersebut. Meskipun demikian Job fair hari itu terbilang cukup lancar. Beberapa perusahaan seperti orang tua dan wings menjadi primadona di hari tadi. Sangat disayangkan apabila melihat acara yang belum sepenuhnya terkondisikan dengan baik. Namun begitu setidaknya para panitia Job Fair sudah berhasil selangkah lebih maju untuk semakin mendekatkan lowongan pekerjaan kepada calon pekerjanya di Kota Tasikmalaya.

Suasana Job Fair Tasikmalaya yang terbilang masih cukup sepi




Pia Amanda Nurhusni
Hari ini tanggal 26 di bulan yang ke 26. Angka yang cantik. Semoga kelak memiliki ujung kisah yang cantik pula. Tidak ada yang tau sampai kapan cerita ini bertahan. Manusia hanya berharap, tapi pada akhirnya Tuhan jualah yang kelak menentukan seperti apa jodoh, rezeki dan hidup mati seseorang. Setiap tanggal 26 saya selalu teringat tentang semua yang lucu dan rasa tidak memungkinkan di awal cerita. Banjir ranca ekek, Bandung, dan Yogyakarta. Hmm,, :)

Ya, kurang lebih baru dua tahun kami menjalani cerita ini. Kalau dalam perkembangan seorang anak, ketika mereka menginjak usia dua tahun mereka baru mulai bisa mengeja suku kata, mulai dapat memegang dengan lebih kuat, dan mulai memiliki peningkatan dalam ketertarikan terhadap secara visual maupun audio. Mungkin begitu jugalah yang bisa ditafsirkan pada cerita kami. Usia kami baru memasuki dua tahun, kami baru mulai bisa mengeja apa-apa yang perlu kami lakukan untuk mewujudkan mimpi-mimpi kami, kami baru berusaha memegang erat mimpi-mimpi kami dan ya mungkin ketika ini pula kelak akan ada godaan entah itu ketertarikan terhadap orang lain atau ketertarikan terhadap hal-hal lain. Tentu saja saya hanya berdoa semoga dijauhkan dari hal-hal yang bisa mengakhiri cerita kami, namun tetap, ketika kenyataan tidak sesuai dengan apa yang menjadi impian saya, saya harus berusaha legowo. Karena toh sutradara cerita kami bukan saya, bukan dia melainkan Tuhan. Karena itu secantik apapun ujung cerita kami, sejelek apapun akhir cerita kami. Jika kami memang sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik, maka kami harus bersiap legowo terhadap akhir keputusanNya. 

Dua tahun ini terlewati dengan ringan begitu saja? Tidak, kami tetap mengalami permasalahan yang kebanyakan orang alami, jealous, miss communication dan rasa kesal karena sikap pasangan kita tentu pernah ada. Dan saya anggap ini ujian untuk selalu naik ke level selanjutnya. Semua yang kami lewati dari tahun ke tahun semakin memperlihatkan seperti apa kelak yang akan kami hadapi di masa depan. Seperti apa kelak pasangan yang akan mendampingi kita sampai kita menutup mata kelak jika yang saat ini dekat dengan saya merupakan jodoh saya.

Hal yang menyakitkan ketika berfikir bahwa suatu waktu bisa saja cerita ini berakhir. Tapi pikiran saya pun berhak mendapatkan impian yang terbaik ketika cerita ini dapat berakhir dengan menyenangkan. Karena bukankah manusia hanya dapat berdo'a dan berusaha? 
Tuhan, jodohkan saya dengannya jika itu memang terbaik untuk saya, dia, keluarga saya, keluarganya dan orang-orang di sekeliling kami. Jika saya belum baik untuknya jadikan saya baik untuknya, dan jika dia belum baik untuk saya jadikan ia baik untuk saya. Namun jika memang kami tidak dapat saling memperbaiki diri, berikan kami gantinya yang lebih baik, mampukan kami menerima ketetepanMu, Engkau Yang Maha Mengetahui sejauh mana kami mampu menerima ketetapanMu. Kabulkan do'a kami Ya Allah. Amin.

Selamat tanggal dua puluh enam :)
Pia Amanda Nurhusni
Oke, beginilah namanya hidup. Tidak cukup diselesaikan dengan hanya menyelesaikan sebuah karya tulis bernama skripsi. Hari ini merupakan pengalaman pertama saya melamar pekerjaan secara langsung. Dan, pengalaman yang Wow juga ternyata sebagai 'new comer' di dunia 'jobseeker'. Ya, ini kali pertama saya melamar pekerjaan secara langsung (setelah lulus) setelah kurang lebih seminggu sebelumnya saya mencoba apply di beberapa company. Beruntung saya melewati pengalaman pertama ini didampingi teman berbagi, sahabat saya sedari masa SMP. 

Iya, hari ini kami sama-sama berjuang, menyimpan amplop coklat berisi ringkasan hasil pengeluaran orang tua kami selama ini (baca: riwayat pendidikan). Rasanya itu ya pengalaman pertama memang gak ada dua. Pertama sampe sekolah langsung nanya dimana bagian tata usaha, setelah itu lalu bertanya di bagian mana kami bisa memasukkan lamaran kami. 

Beruntung, pengalaman pertama ini diterima dengan baik oleh staff tata usahanya meskipun entah untuk posisi yang saya butuhkan tersedia atau tidak.Setidaknya untuk beginner seperti saya penerimaan yang baik saja sudah menjadi satu hal yang menenangkan sebelum kabar baik lainnya diterima. Ya, di ruangan tata usaha yang merangkap  dengan ruang kepala sekolah disana saya menjajal interview pertama. Hmm.. cukup tau, begini ya interview pertama di sekolah pertama yang saya tuju di kota saya. Disini saya berusaha menjual profil saya. Tapi apalah arti sebuah profil dan rentetan panjang di dalamnya jika posisi yang dibutuhkan belum tersedia. Maka dari itu besar harapan saya, semoga pengalaman pertama (setelah lulus ujian sidang) ini dapat memberi saya penghasilan pertama yang berkah juga. amin.

Bagi saya, bekerja di dunia pendidikan, kepenulisan, ataupun perusahaan tidak apa. Mungkin dunia kepenulisan ataupun perusahaan akan jadi dunia yang cukup asing bagi saya dalam hal bekerja. Jika hobi mungkin lebih familiar karena salah satu hobi saya adalah menulis. Tapi apapun itu bidang pekerjaan yang saya geluti nanti, dimana pun itu, semoga selalu diberkahi Allah SWT. Amin. Manusia seringkali sok tahu tentang yang terbaik untuk dirinya, padahal jelas, hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui atas segalanya. Tuhan, beritahu kami, apa apa yang terbaik untuk kami.. amin.. 
Pia Amanda Nurhusni
Dik, mengapa matamu sembab?
Tanyaku tak jua kau jawab..
hening dan bisu 
Entah malu, atau masih sungkan sedikit berbagi denganku

Dik, dengar dan rasakan
aku mencintaimu
meski mungkin tak sesempurna mama dan papa yang mencintai kita
aku menyayangimu
meski mungkin belum bisa menunjukkan sebesar yang ditunjukkan mama dan papa kita

Kita beranjak dewasa Dik,
dan mama papa kita beranjak menua
Kau tahu dik, pernahkah terlintas masih akan seperti ini berapa lama?
menikmati santap lezat mama yang tiada dua
menikmati senda gurau papa yang jenaka

Buka tanganmu, biarkan sejenak aku masuk dan berbagi denganmu Dik
Ketidaksempurnaanku jelas tak mungkin menyamai kasih mama dan papa
karena mereka satu-satunya yang mencintai kita dengan sempurna
ya, mereka satu
Dan kemudian, biarkan aku..
Pia Amanda Nurhusni
Gemuruh petir berteriak lantang!
Menyerukan ketidaksukaannya akan aku yang menangisimu
Awan berceloteh dengan rintikan hujan
yang lebih cerewet dari biasanya,
Bersahutanlah mereka!

Tapi Aku tak jua bergeming
tetap diam
masih termangu dengan sisa senyum
yang tinggal sekeping

Aku menatapinya dalam, 
dimana Kau sembunyikan Mega Merahku hai langit senja?
Berikan aku jalan menjumpainya.
Tak cukupkah kau halangi pertemuanku dengannya,
hingga kini kau larang aku ingat tentangnya pula?!

Tapi senja enggan berkomentar
ia sedang angkuh
padahal aku sedang butuh direngkuh
Sampai kapan kau akan menuai protes senja?
Ini kali keberapa kau halangi perjumpaanku dengannya..

Namun lagi-lagi tak ada jawaban
Hanya desiran angin yang semakin membesar
semakin terdengar ikut memarahiku
Kau tak tahu makna bersyukur, desisnya.

Ya, mereka tak mengijinkanku untuk ikut pergi denganmu
unntuk berjumpa dengan kau di pusaramu
Mereka menghardikku untuk segera mengikhlaskanmu
dalam kenangan yang ditelan senja,
dalam gundukan tanah merah yang berbalut do'a.
Mereka belum mau membiarkanku
untuk sama-sama berbaring bersamamu di sana.
Di rumah dengan wewangian surga...

Pia Amanda Nurhusni
Hore! Tiba juga di hari ini! Hari pertama berwisata setelah hampir 3 minggu berada di Kediri. Miris ya, biar kata kediri deket ke Malang, Surabaya, Tulungagung, tapi saya baru bisa berwisata hari ini. Huhu. Tapi tetep harus bersyukur, daripada nggak sama sekali?

Yap! Hari ini saya dan teman-teman kelas Pre-Toefl di Elfast English Course (Para murid asuhan Mr. Faiz dan Miss Rifah) akan menghirup udara segar Kelud. Kami berangkat dari Elfast sekitar pukul 08.00 WIB setelah terlebih dahulu mampir sebentar ke Logico camp (Camp saya) berhubung handphone saya tertinggal (*sering banget melakukan kebodohan -_-)

Perjalanan Pare - Kelud kurang lebih ditempuh selama 1,5 jam. Kami berangkat dengan menggunakan armada travel yang sudah diurus oleh Mr.Faiz sebelumnya. Thank you Mister! Sesampainya di pintu masuk Obyek Wisata Gunung Kelud kami berfoto-foto sejenak

Tiket masuk ke obyek wisata Gunung Kelud ini cukup terjangkau, Setiap orang (Dewasa) hanya dikenakan tiket seharga Rp 10.000,-, untuk parkir Rp 3.000,- dan untuk tiket masuk kendaraan dengan jenis mobil seharga Rp 2.000,-
Gunung Kelud merupakan salah satu objek wisata yang dinobatkan sebagai obyek wisata alam terbaik di Jawa Timur pada tahun 2011 lalu. Gunung ini merupakan gunung berapi yang masih aktif, gunung ini terletak di perbatasan kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang.


Gunung api ini termasuk dalam tipe stratovulkan dengan karakteristik letusan eksplosif. Seperti banyak gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Kelud terbentuk akibat proses subduksi lempeng benua Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Sejak tahun 1300 Masehi, gunung ini tercatat aktif meletus dengan rentang jarak waktu yang relatif pendek (9-25 tahun), menjadikannya sebagai gunung api yang berbahaya bagi manusia. Gunung api ini terletak pada koordinat 7.93°LS 112.308°BT.

Kekhasan gunung api ini adalah adanya danau kawah (hingga akhir tahun 2007) yang membuat lahar letusan sangat cair dan membahayakan penduduk sekitarnya. Akibat aktivitas tahun 2007 yang memunculkan kubah lava, danau kawah nyaris sirna dan tersisa semacam kubangan air.



Puncak-puncak yang ada sekarang merupakan sisa dari letusan besar masa lalu yang meruntuhkan bagian puncak purba. Dinding di sisi barat daya runtuh terbuka sehingga kompleks kawah membuka ke arah itu. Puncak Kelud adalah yang tertinggi, berposisi agak di timur laut kawah. Puncak-puncak lainnya adalah Puncak Gajahmungkur di sisi barat dan Puncak Sumbing di sisi selatan. Panorama di Puncak Gajah Mungkur dapat dicapai dengan menaiki ratusan anak tangga terlebih dahulu (kurang lebih 600 anak tangga).

Daya pandang panorama Kelud dari Puncak Gajah Mungkur  (Menatap ke arah Puncak Sumbing yang biasa digunakan untuk jalur panjat tebing)
Danau Kawah Gunung Kelud Sebelum Letusan Tahun 2007
Kubah Lava yang Tumbuh Setelah Letusan Tahun 2007, dikenal sebagai Anak  Gunung Kelud
Potret anak Gunung Kelud November 2012

Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini. 

Kubah lava yang tumbuh setelah letusan tahun 2007 ini bila malam hari tiba disinari lampu-lampu cantik sehingga bercahaya seolah masih nampak magma diantaranya. Selain pemandangan alam yang menakjubkan, area obyek wisata Gunung Kelud juga memiliki mysterious road sebagai salah satu keunikannya. Mysterious road merupakan sejalur jalan sepanjang kurang lebih 100 meter. Kawasan ini berada pada lereng Gunung Kelud. Menurut pengalaman banyak orang yang telah datang membuktikan gravity hill di kawasan tersebut. Bila mengendarai kendaraan, dengan mesin mati atau nyala dan persneling netral, maka kendaraan akan jalan sendiri. Bila kita menuju ke arah puncak Gunung Kelud dan jika berhenti di jalan misteri, maka mobil akan mundur dengan sendirinya. Banyak anggapan yang melatarbelakangi adanya mystery road ini diantaranya adalah adanya medan magnet yang besar seperti di jabal magnet madinah, hingga mitos tentang jin penunggu Kelud. Tetapi Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh guru-guru SMKN 1 Blitar menunjukkan kesimpulan bahwa jalur misteri tersebut dari arah Kediri menuju ke gunung Kelud sebenarnya menanjak dengan selisih ketinggian 1,03 m pada jarak 33 m. Jika diukur ujung ke ujung jalur, maka selisih ketinggian tersebut lebih besar lagi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Guru-Guru SMKN 1 Blitar ini maka akan sangat wajar kendaraan yang berada dalam kondisi netral mundur (menurun) dari arah kelud karena kontur jalan yang menanjak tadi.

Mata air panas atau sumber air panas Kelud merupakan titik lain di Kelud yang juga dapat dinikmati pengunjung saat berwisata ke obyek wisata Kelud. Untuk mencapai sumber air panas ini kita harus melewati ratusan anak tangga terlebih dahulu (kurang lebih 500 anak tangga). Jadi total tangga yang harus dilewati di Gunung Kelud jika ingin mencapai Puncak Gajah Mungkur dan Sumber air Panas kurang lebih mencapai 1200 anak tangga untuk satu kali melewatinya saja.
Air Terjun Dengan Air panas yang mengalir
Sumber Air Panas

Nah, sekian ulasan pengalaman wisata saya dan teman-teman ke Gunung Kelud. Semoga tulisan sederhana tentang Gunung Berapi yang memiliki ketinggian sekitar 1731M (5679 Kaki) di atas permukaan laut ini menambah kecintaan kita terhadap Indonesia yang memiliki kekayaan alam tidak terbendung. Keep save our ecosystem, save our asset, save and love our country ^^


Foto-Foto:
Nurhusni, Pia Amanda. (2012). Dokumentasi Pribadi. 
Cokro, Dais. (2012). Obyek Wisata Kediri dari Letusan Gunung Kelud. [Online]. Tersedia di: Panduantempatwisata.blogspot.com

Referensi:
Jawatimuran, Pusaka. (2012). Gunung Kelud, Mystery Road. [Online]. tersedia di: Jawatimuran.wordpress.com
Wikipedia. (2012). Gunung Kelud. [Online]. Tersedia di: http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kelud

Pia Amanda Nurhusni
Hari ini tanggal 26 Oktober 2012, ya, hari ini adalah hari raya idul adha. Ada yang berbeda dengan idul adha tahun ini. Ini adalah kali pertama saya merayakan hari raya qurban tidak bersama orang tua, hanya bersama teman dan jauh di rantau pula. Tahun ini saya merayakan hari raya Idul adha di Camp saja bersama dengan teman-teman yang juga tidak mudik. Agak sedih sih tapi ketika mendengar suara takbir menggema, biasanya saya menikmati adik bungsu saya, Difa sebagai salah satu suara yang saya dengar ketika malam takbiran. Tapi yaa.. tak apalah.. pengalaman baru yes? 
Dan ketika malam takbiran tiba, disini tidak kalah ramai dengan di tempat asal saya ternyata. Saya dan teman-teman bahkan sempat menikmati iring-iringan pawai obornya. Hmm.. Pare emang punya cerita sendiri!

Kebiasaan saat merayakan idul adha di rumah tetap terbawa ke Camp, bangun lebih pagi untuk bersiap-siap karena kami akan melaksanakan shalat id. Nah, yang jadi pertanyaan, dimanakah kami akan shalat id? karena kami sama sekali tidak tahu mesjid mana yang biasanya digunakan untuk shalat id di daerah sini. Mana tadi pagi kami tertinggal dari rombongan camp belakang yang lebih dulu berangkat. Dengan modal nekat dan sok tahu, tiga dari lima orang yang mengisi camp depan (saya, mala dan teh ira.) pergi mengikuti rombongan orang yang berduyun-duyun. Dan ternyata,, rombongan orang tadi mengantarkan kami tiba di mesjid agung Pare, Mesjid An-nur. Jarak camp kami dan masjid tempat kami sholat kurang lebih seperti dari geger arum ke pertigaan geger kalong hilir. (Lumayan kan?) dan itu kami capai dengan berjalan kaki.

Sepulang dari shalat id pertanyaan baru mampir di benak kita.. Jengjeng! 
Apa sarapan kita pagi iniii?
Hmm.. disaat yang lain sedang menikmati rendang seharusnya kita juga menikmati mie goreng rasarendang biar sama rata sama rasa. Tapi dong-dongnya kita adalah kita sama sekali tidak menyediakan stok makanan di camp dan lupa bahwa sebagian besar warung nasi di camp kita akan tutup. sedih. Tapii.. kemudian akhirnya saya dan keempat teman camp depan (mala, roli, mbak tuti dan teh ira) memutuskan untuk gowes basamo keliling ke pusat kota untuk mencari tempat makan yang buka (dan semoga enak).
Alhamdulillah, sampai di pusat kota kecamatan yang memakan waktu kurang lebih 30 menit dengan menggunakan sepeda ini, kami menemukan warung nasi yang buka. Dannnn.. ketika hari ini orang bersantap daging di rumahnya, saya masih bisa menikmati nasi rawon yang notabene pake daging juga. *say alhamdulillah*

Selesai dari makan rawon kita melanjutkan perjalanan kita ke apollo big store. Pusat perbelanjaan terbesar di kota kecamatan ini. (ternyata buka para pemirsa!*jingkrak-jingkrak*)
Niat awal sih kami cuma mengantar roli mencari t-shirt. tapi ternyata dasar naluri calon ibu belanja kebutuhan di camp lah akhirnya kami.. (jajan stok makanan, so fell, perlengkapan nyuci dan mandi)
Ah, ada pengalaman lucu ketika di apollo big store! ini adalah pertama kalinya kami ke mall dengan naik sepeda. maka lucu sekali ketika kami akan parkir ke basement. Sementara yang lain memarkirkan sepeda motor atau mobil mereka, kami berlima justru memarkirkan sepeda ontel sewaan dengan cantiknya. Benar- benar pengalaman baruuuuu. 

Selesai berbelanja di apollo big store kita tidak langsung pulang melainkan minum minum cantik di es kelapa muda dekat Rajawali. Hmm.. Lebaran idul adha kali ini benar-benar dihabiskan dengan bersepeda bersama teman dan pengalaman baru. 
Alhamdulillah.. Hmm.. bagaimana dengan lebaran tahun depan ya? bisa jadi mulai menghabiskan lebaran dengan keluarga baru. *eh* haha.
Ah sudahlah, yang jelas, merayakan lebaran idul adha dimanapun semoga dapat meningkatkan semangat kita untuk berkorban! mengorbankan waktu main kita untuk hal yang lebih bermanfaat misalnya. 
Selamat merayakan hari raya idul adha ya semuaaaaa! :*

*with Mala 'n Teh Ira at Mesjid Agung Pare*


*Logico Front Camp (Difotoin Satpam nih. Thanks ya Pak! :D)

*ini pas abis shalat id, alhamdulillah masi bisa shalat id biar kata di tempat orang*



Pia Amanda Nurhusni
Wah, ternyata nggak kerasa, sekarang menginjak hari ke-12 saya mengikuti program English Camp di Kediri-Pare. It means, waktu yang tersisa tinggal 20 hari lagi. Banyak yang bertanya, kenapa mesti Kediri? Kenapa mesti memilih Pare yang dikenal sebagai "Kampung Inggris" daripada mengikuti les di lembaga-lembaga yang sudah memiliki nama di Kota masing-masing. Jawabannya saya juga tidak tahu.. (awalnya).. tapi pada akhirnya..(saya temukan juga)
Alasan awal saya memilih Pare sebetulnya saya ingin pergi mengisi pundi-pundi "perbekalan" saya sebelum terjun ke lapangan a.k.a melamar kerja sekaligus mengunjungi tempat baru yang belum pernah saya datangi sebelumnya.

Dan Bagaimana?
Hmm.. pengalaman yang baru ketika pertama kali tiba di sebuah stasiun pukul 03.30 dan kita dihadapkan pada posisi minim sekali orang yang bisa kita sapa untuk kita tanyai tempat baru yang akan kita datangi ini. Stasiun Kediri mungkin bukan sesuatu yang asing bagi saya. ini kedua kalinya saya transit disini. Tetapi, Kediri-Pare? itu benar-benar hal baru untuk saya. Tapi syukurlah, benar kata banyak orang bijak, jika orientasi nya ilmu akan banyak jalan yang kita tempuh menuju sana. Saat kami sedang mengalami kebingungan mengenai transport menuju bis puspa indah (bis yang mengantarkan ke pare) keluarga yang sempat menjadi objek kami untuk bertanya alamat berbaik hati mengantarkan kami ke tempat menunggu bis. Subhanallah.. (Semoga kebaikan mereka dibalas Allah SWT)

Dan kenapa kita/kami?
Sedari tadi saya bercerita kita/kami. Ya, karena saya datang kesini bersama dengan salah satu anggota peergroup di kampus. Namanya Mala. saya lebih senang memanggilnya malcok atau malacok. ^_^v. Dia salah satu partnert saya yang selalu bersama-sama ketika saya melakukan perjalanan ke luar kota.

Pare?
Setibanya kami disini kami melihat kondisi yang jauh berbeda dengan Bandung (tempat saya numpang kuliah) dan Tasikmalaya (my hometown tentunya). Disini tidak ada transportasi umum. Jadi untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain kita hanya bisa mengendarai kendaraan pribadi. lalu, bagaimana dengan para pendatang? Tenang saja. kota ini cukup ramah juga bagi para pendatang. Mereka menyediakan persewaan sepeda dan odong-odong untuk transportasi selama para pendatang tinggal di Pare.
Tempat ini mengajarkan saya untuk berbagi dengan orang yang belum kita kenal sama sekali yang datangnya dari berbagai macam daerah. Berbagi tempat, berbagi cerita, dan berbagi semangat belajar utamanya!
Iya, saya jatuh cinta pada kampung inggris yang berhasil menstimulus semangat belajar orang-orang yang datang kesini. Tempat disini sederhana, makanan pun beberapa saja yang cocok di lidah saya. untuk pergi ke tempat wisata aksesnya belum semudah di kota lain. tapi saya cinta kota kecil ini. Saya suka melihat semangat belajarnya. Mereka yang datang kesini beragam, ada yang baru lulus SMA, masih sekolah, Lulus kuliah, bahkan banyak yang sengaja berhenti bekerja karena mereka sedang ingin belajar lebih dalam (pilihan yang sangat sulit dan cukup luar biasa saya rasa, karena beberapa diantara mereka meninggalkan pekerjaan di perusahaan yang sudah bonafit dan sudah bertahun-tahun). Mereka semua yang belajar disini membaur dengan sendirinya dengan status yang sama, student!
ya disini ga ada itu judulnya mahasiswa, pegawai kantoran atau anak SMA, disini semuanya sama, jadi murid yang sedang kembali belajar!

And today I have a group examination! Wish me luck :D
Dannnnn.. di hari ke-12 ini saya ada ujian kelompok kelas speaking. kelas yang saya sukai karena hampir semua orang di dalamnya sangat interaktif dan unik, dan kembali lagi, semangat belajarnya tinggi!
Do'akan yes. semoga ujian hari ini berjalan dengan lancar dan hasilnya memuaskan. Aminnnn..

Pia Amanda Nurhusni
Aku panggil dia lara,
sisa cerita kemarin sore.
Remah-remah dari kata 'kita'
Yang mungkin sedang menunggu dikremasi waktu

Dear Lara,
Sudah tiba waktumu untuk beristirahat dalam damai.
Bersemayam dalam pusara kenangan.

Sudah, biarkan saja lara..
Biarkan waktu melumatmu dengan seketika
Biarkan ia menelanmu bulat-bulat

Ku ikhlaskan kau lara, 
Beranjak pada tempat yang tak semestinya
Pada pilar-pilar waktu yang mulai menua

Dear Lara, 
Selamat pergi dari aku yang sudah kesekian kali kau datangi. 
Pia Amanda Nurhusni

Taraaaaaaannnnggg! 
Hari ini salah satu orang yang berarti untuk saya a.k.a Meine Oppa berulang tahun. Tahun ini saya ingin melakukan sesuatu yang tahun kemarin tidak bisa saya lakukan. Iya, tahun ini saya ingin sedikit membuat kejutan kecil-kecilan untuk dia. Membayar lunas apa yang tidak bisa saya lakukan ketika tahun kemarin saya tidak bisa menghabiskan hari istimewanya bersama dia. Kita tidak akan pernah tahu sampai kapan kita merasa memiliki sesuatu, karena semua ini hanya sebentuk pinjaman semata. Ketika kali ini Tuhan memberikan saya kesempatan untuk lebih dekat dengan aa ya saya cuma bisa menikmati saat ini saja. Berhubung saya tidak tahu sampai kapan kesempatan ini menjadi milik saya jadi saya hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk kedekatan kami. Agar pada saatnya nanti ketika memang hal terpahit terjadipun saya tidak pernah menyesal karena saya sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk saya, untuk dia dan untuk kami. :')
Sebetulnya niat saya untuk jail pada aa sudah saya susun matang sedemikian rupa. Saya bilang padanya saya sakit dan baru akan pulang ke tasik hari rabu (padahal saya sudah di rumah sejak hari senin) sehingga ketika hari rabu tiba saya minta tolong dia untuk mengambil kartu pendaftaran dokter di rumah, dan ketika dia akan mengambil kartu daftar ke dokter ternyata sudah ada surprise kecil untuk dia. hoho. Memang agak terlihat ababil sebetulnya. tapi bukankah sesuatu yang ababil itu kadang diperlukan pada waktunya? (defense saya ini mah) untuk misi ini saya bekerja sama dengan adik aa dan adik perempuan saya.

Tapi eh tapi, sesuatu terjadi di luar dugaan saya! Ketika hari rabu tiba, sepulang saya membawa kue tart yang akan dijadikan surprise nanti siang, saya duduk santai di ruang tengah bersama mama dan sepupu saya. menurut perkiraan seharusnya aa datang ke rumah untuk daftar berobat baru sekitar jam 1. Tetapiiii.. ketika saya sedang bersantai ria duduk-duduk cantik sekitar pukul 11.00 tiba-tiba seseorang datang dan mengucap salam. kemudian mama pun ikut kaget setengah ingin tertawa melihat siapa yang datang. Koq bisa? Ya karena ternyata aa saya yang datang pemirsaaa. Semua orang yang ada disana sontan kaget, aa kaget karena saya sudah ada di rumah, padahal seharusnya saya baru tiba di tasik sekitar jam 13.00 nanti. Dan mama serta sepupu saya bingung sekaligus kaget melihat taktik saya yang hendak jail ke"gap" oleh aa.
Beruntung Kue Tart yang saya bawa tadi sudah saya amankan di kamar. Pada akhirnya saya cuma senyum senyum simpul penuh makna mohon ampunan dosa. haha. ketika aa tanya kapan saya datang saya mencoba menahan diri dan tetap mengaku baru tiba di rumah. Ah sungguh! rencana yang (hampir) gagal total!.

Tapi tunggu dulu, yang ketauan kan cuma tentang saya sudah ada di rumah. Dia belum tau kalo siang ini adiknya akan datang ke rumah untuk sama-sama memberi kejutan kecil untuknya.Dia juga belum tahu kalau di dalam kamar adik perempuan saya ada kue tart yang sudah dipersiapkan untuk nanti siang. ^^
Dan siang pun menjelang.. Ketika jam 14.30 kami sedang berbincang-bincang cantik di ruang tamu adik aa mengirim pesan bahwa ia sudah sampai di depan rumah. Berhubung judulnya sebuah kejutan saya belum ingin aa tau kalau adiknya ada disini. Akhirnya saya minta adik perempuan saya untuk menjemput adik aa lewat pintu belakang. Setelah mereka kumpul di dapur saya pun datang menghampiri dan mempersiapkan kejutan kecil kami. Lilin ulang tahun kami pasang di atas kuenya lalu dinyalakan dan kemudian di bawa ke ruang tamu. Ketika kita melangkah masuk ruang tamu kita sedikit ababil menyanyikan lagu selamat ulang tahun sambil memberikan kue untuk ditiup lilinya. Dannn..aa pun terkejut! *Berhasil!*

Wah, rencana yang hampir gagal total ternyata berhasil disiasati juga hingga berakhir dengan sukses. Aa kaget kenapa ada adeknya disini dan ada kue yang dipasangi lilin yang tidak terfikir sebelumnya. hoho.
Selamat ulang tahun ya Meine Oppa, semoga sehat selalu, diberi limpahan rizki yang halal, didekatkan dan diberikan pekerjaan yang barokah dunia akhirat, dijauhkan dari fitnah dunia dan fitnah akhirat, tambah sayang sama saya dan keluarga :D 
Aminnn..

*Meine Oppa with his sister*


Pia Amanda Nurhusni

Hai! Selamat bertemu kembali !
Hari ini saya dan teman-teman baru saja selesai melaksanakan psikotes di salah satu SMP Negeri di Banjarsari. Pengalaman pertama melaksanakan psikotes di daerah tersebut setelah sebelumnya lebih dulu menginap di Rancah, tempat asal Dosen yang notabene koordinator tes kali ini. Sepulang melaksanakan psikotes kali ini ada yang berbeda, kami mampir dulu ke tempat peristirahatan di karang kamulyan yang terkenal dengan nama Ciung Wanara. 

Hmm.. sebetulnya saya sudah lama sekali penasaran dengan tempat ini. Secara sebetulnya bila saya berlibur ke Pangandaran saya pasti melewati tempat ini. Dan entahlah, saya memang memiliki ketertarikan sendiri terhadap wisata budaya di Indonesia yang sungguh amat kaya dengan warisan budayanya. Sayang, ingatan saya tidak cukup bagus untuk menampung semua penuturan menarik yang telah orang sampaikan mengenai situs-situs wisata budaya yang pernah saya tanyakan. Maka dari itu sepertinya menuliskan pengalaman saya kali ini di blog mudah-mudahan menjadi salah satu alternatif yang dapat membantu saya untuk meng"keep" cerita-cerita tentang hal-hal yang menarik bagi saya, utamanya kali ini tentang tempat wisata Ciung Wanara. Oke, Let's the information begin..


Ciung Wanara

Tempat wisata Ciung Wanara atau yang terkenal dengan sebutan situs Karang kamulyan merupakan situs purbakala bersejarah dan situs arkeologi yang terletak di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Situs ini merupakan peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Buddha. Situs Karangkamulyan merupakan peninggalan Kerajaan Galuh Pertama, menurut penyelidikan Tim dari Balar yang dipimpin oleh Dr Tony Jubiantoro pada tahun 1997, di tempat ini pernah ada kehidupan mulai abad ke IX, karena dalam penggalian telah ditemukan keramik dari Dinasti Ming.






Legenda Situs Karang Kamulyan


Legenda situs Karangkamulyan berkisah tentang Ciung Wanara yang berhubungan dengan Kerajaan Galuh. Cerita ini banyak bertutur tentang kisah kepahlawanan yang luar biasa seperti kesaktian yang tidak dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara. Kisah Ciung Wanara merupakan cerita tentang Kerajaan Galuh (zaman sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit dan Pajajaran). Tersebutlah raja Galuh saat itu Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permana Di Kusumah dengan dua permaisuri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Mendekati tibanya ajal, sang Prabu mengasingkan diri dan kekuasaan diserahkan kepada Patih Bondan Sarati karena Sang Prabu belum mempunyai anak dari permaisuri pertama (Dewi Naganingrum). Singkat cerita, dalam memerintah Raja Bondan hanya mementingkan diri sendiri, sehingga atas kuasa Tuhan Dewi Naganingrum dianugerahi seorang putera, yaitu Ciung Wanara yang kelak akan menjadi penerus resmi kerajaan Galuh yang adil dan bijaksana. Kelak Ciung Wanara berhasil merebut tahta kerajaan Galuh bukan dengan peperangan melainkan dengan memenangkan sabung ayam (cara yang disukai raja ketika itu) dengan mudahnya. 
Kawasan yang luasnya kurang lebih 25 Ha ini menyimpan berbagai benda-benda yang diduga mengandung sejarah tentang Kerajaan Galuh yang sebagian besar berbentuk batu. Batu-batu yang terdapat di situs ini memiliki nama dan sejarahnya sendiri. Batu-batu ini diantaranya adalah Sanghyang Bedil, Lambang Peribadatan, Cikahuripan, Pangcalikan dan Panyabungan ayam. 



Sanghyang Bedil 

Tempat yang disebut "Sanghyang Bedil" merupakan suatu ruangan yang dikelilingi tembok berukuran 6.20 x 6 meter. Tinggi tembok kurang lebih 80 cm. Pintu menghadap ke arah utara, di depan pintu masuk terdapat struktur batu yang berfungsi sebagai sekat (schutsel). Di dalam ruangan ini terdapat dua buah menhir yang terletak di atas tanah, masing-masing berukuran 60 x 40 cm dan 20 x 8 cm. Bentuknya memperlihatkan tradisi megalitik. Menurut masyarakat sekitar, "Sanghyang Bedil" dapat dijadikan pertanda datangnya suatu kejadian, terutama apabila di tempat itu berbunyi suatu letusan, namun sekarang pertanda itu sudah tidak ada lagi.

Sanghyang Bedil


Penyabungan Ayam

Tempat ini terletak di sebelah selatan dari lokasi "Sanghyang Bedil", kira-kira 5 meter jaraknya, dari pintu masuk yakni berupa ruang terbuka yang letaknya lebih rendah. Masyarakat sekitar situs menganggap tempat ini merupakan tempat sabung ayam Ciung Wanara dan ayam raja. Di samping itu merupakan tempat khusus untuk memlih raja yang dilakukan dengan sistem demokratis. 
Panyabungan ayam Ciung Wanara
Pohon dengan lubang unik di Panyabungan

Lambang Peribadatan


Batu yang disebut sebagai "Lambang Peribadatan" merupakan sebagian dari kemuncak, tetapi ada juga yang menyebutnya sebagaifragmen candi, masyarakat menyebutnya sebagai stupa. Bentuknya indah dihiasi oleh pahatan-pahatan sederhana yang merupakan peninggalan Hindu. Letak batu ini berada di dalam struktur tembok yang berukuran 3 x 3 m, tinggi 60 cm. Batu kemuncak ini ditemukan 50 m ke arah timur dari lokasi sekarang. Di tempat ini terdapat dua unsur budaya yang berlainan yaitu adanya kemuncak dan struktur tembok. Struktur tembok yang tersusun rapi menunjukkan lapisan budaya megalitik, sedangkan kemuncak merupakan peninggalan agama Hindu.

 

Panyandaran

Terdiri atas sebuah menhir dan dolmen, letaknya dikelilingi oleh batu bersusun yang merupakan struktur tembok. Menhir berukuran tinggi 120 cm, lebar 70 cm, sedangkan dolmen berukuran 120 x 32 cm. Menurut cerita, tempat ini merupakan tempat kelahiran Ciung Wanara. Di tempat itulah Ciung Wanara dilahirkan oleh Dewi Naganingrum yang kemudian bayi itu dibuang dan dihanyutkan ke sungai Citanduy. Setelah melahirkan Dewi Naganingrum bersandar di tempat itu selama empat puluh hari dengan maksud untuk memulihkan kesehatannya setelah melahirkan.
Cikahuripan
Di lokasi "Cikahuripan" tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan sebuah sumur yang letaknya dekat dengan pertemuan antara dua sungai, yaitu sungai Citanduy dan sungai Cimuntur. Sumur ini disebut "Cikahuripan" karena dianggap berisi air kehidupan (dimana air dipercaya sebagai lambang kehidupan). Sumur ini merupakan sumur abadi karena airnya tidak pernah kering sepanjang tahun.

Makam Adipati Panaekan

Di lokasi Makam Adipati Panaekan ini tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan batu yang berbentuk lingkaran bersusun tiga, yakni merupakan susunan batu kali. Dipati Panaekan adalah raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam dan mendapat gelar Adipati dari Sultan Agung Raja Mataram.

 Nah.. Itu tadi sekilas mengenai situs budaya Ciung Wanara atau yang juga dikenal dengan situs Karangkamulyan. Tempat ini sebetulnya memiliki daya tarik yang cukup kuat dari perspektif sejarah. Melihat, mencari tahu dan memahami situs budaya yang terdapat di Karangkamulyan ini dapat membantu kita semakin mengenali keberagaman kisah di masa lampau. keberagaman budaya tempo dulu. Sayang, situs ini nampak kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat hal tersebut terbukti dengan kurangnya perawatan di dalam area karangkamulyan, nampak pohon yang tumbuh liar tanpa dirapihkan dan sampah-sampah sisa makanan di pinggirannya. Jika saja perawatan terhadap situs ini dioptimalisasikan akan sangat membantu masyarakat sekitar untuk menambah referensi alternatif wisata budaya yang menarik dan edukatif serta meningkatkan pendapatan daerah setempat. Semoga kita bisa menjadi bagian yang selalu menghargai budaya kita yaa! Sampai jumpa di lain cerita!
Sisa Jalan Kuno yang menghubungkan Kerajaan Padjajaran dan Majapahit


*Bersama Teman-teman Tester*


Referensi:
Wikipedia. (2012). Situs Karangkamulyan. [Online]. Tersedia di: Wikipedia.com. 
AMGD. (2012). Budaya-situs KarangKamulyan. [Online]. Tersedia di: Navigasi.NetMarselia, M. (2006). Bojong Galuh Karangkamulyan – Ciung Wanara. [Online]. Tersedia di: Miramarselia.com

Foto-foto:
AMGD. (2012). Budaya-situs KarangKamulyan. [Online]. Tersedia di: Navigasi.Net
Aradsa, A. (2012). Berkunjung ke Situs Karang Kamulyan. [Online]. Tersedia di: Aradsa.com
Dokumentasi Pribadi (Pia Amanda Nurhusni; 8 September 2012)
Kabarindonesia.com

Pia Amanda Nurhusni
Aaaaaaaakkkk~*
Hari ini adalah hari terbahagia (dibanding hari kemarin)! Pagi ini saya terbangun dengan euforia sebagai sarjana (baru). Iya sih, sebagai angkatan 2007 saya terhitung yang mengalami kelulusan dalam keadaan terlambat (Sedih), tapi secara hitungan tahun masih boleh berbahagia karena masih masuk dalam hitungan lima tahun. (Ngabrangbrangkeun diri nyalira ieu teh ^^). 

Oke, bangun di pagi hari yang berbahagia ini masih bersisa sukacita kemarin hari bahwa saya dan teman-teman seperjuangan telah dinyatakan lulus ujian skripsi dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. *Say Big Alhamdulillah* Biar kata saya termasuk dalam kategori terlambat melaksanakan ujian sidang, tapi Allah selalu memberi hikmah terbaik atas apa yang disuratkan kepada umatNya. Alhamdulillah, kemarin saya dinyatakan lulus tanpa revisi sedikitpun (berdasarkan ujian di ruang sidang, tapi berdasarkan petuah dari Pembimbing saya masih harus melakukan revisi dalam beberapa hal, tetep mesti say alhamdulillah yes!)

Dannnnn...~ hari ini sejenak mari kita lupakan dulu sebuah tugas berjudul revisi. Hari ini saya ingin memberi reward kepada diri saya sendiri karena telah menaklukkan kejamnya ruang sidang #lebe. Setelah berchit-chat ria dengan beberapa kawan via sms akhirnya terbuatlah kesepakatan antara saya, Mala (anak Palembang yang notabene travelmate saya termasuk dalam journey menyelesaikan skripsi. ngahaha), Nurbaity (teman seperjuangan di kampus juga inih! dan kalo masih ingat, dia juga travelmate saya ketika backpackingan ke jokja pemirsah!). Oke, tadinya hanya diputuskan tiga orang yang akan berjalan-jalan menikmati hari baru sebagai sarjana. Tetapi, di tengah sarapan pagi di KFC Setiabudhi, alhamdulillah seorang teman seperjuangan kami mendapat hidayah untuk turut serta bergabung dengan kami pergi ke suatu tempat, namanya diny. (Hidayahhhh, dikira sesat kali sebelumnya, *mohon ampunan*). Dan akhirnya, setelah mengumpulkan segenap informasi dan the power of sotoy, saya dan ketiga teman saya memutuskan untuk pergi merayakan sukacita selepas sidang ke Taman Kupu-Kupu.

Apakah Itu Taman Kupu-Kupu?

Taman kupu-kupu adalah sebuah alternatif wisata edukatif bagi anak-anak hingga dewasa yang terletak di Jl. Cihanjuang No. 58 Cibaligo-Cimahi Kab. Bandung Barat No. Telp 022-60822222 / 022-92952008. Taman ini memiliki beraneka ragam jenis kupu-kupu lokal yang cantik dan unik. Harga tiket masuk per orangnya adalah Rp 20.000,-

Setelah kami selesai sarapan di KFC Setiabudhi, saya dan ketiga teman saya segera beranjak mencari angkot cimahi ledeng. Untuk mencapai taman kupu-kupu dari arah jl. setiabudhi kami perlu dua kali naik angkot. yang pertama adalah naik angkot Cimahi-Ledeng (Rp 3.000,-) turun di pertigaan cihanjuang kemudian menyebrang jalan dari tempat naik angkot tadi dan kemudian naik angkot berwarna ungu yang menuju ke parompong (arah atas). jarak dari pertigaan ke taman kupu-kupu tidak begitu jauh sehingga kita harus memperhatikan jalan dengan cermat agar tidak terlewat. Bagi yang baru pertama kali datang kesana tidak perlu khawatir, sampaikan saja kepada supir angkotnya bahwa kita akan turun di taman kupu-kupu dan dengan baik hati mereka akan menurunkan kita di depan taman kupu-kupu. (Ini hanya berlaku jika kita tidak salah naik angkot alias naik angkot dengan rute yang benar. hehe).

Begitu masuk ke area Taman Kupu-kupu sejujurnya saya dan ketiga teman saya sedikit kebingungan area khusus penangkaran kupu-kupunya di sebelah mana. kebingungan kami membawa kami untuk melangkah masuk ke tempat yang menjual cenderamata taman kupu-kupu. Di dalam sana kami melihat tempat penangkaran kupu-kupu yang terpisah oleh pintu kawat berjaring. Kemudian kami melihat ke sekililing, nampak tidak ada tempat khusus untuk membeli tiket membuat kami berfikir bahwa untuk masuk ke tempat penangkaran gratis. Tapi mohon maaf, ternyata asumsi kami salah. Begitu kami menginjakkan kaki di bagian dalam tempat penangkaran kami dihampiri seseorang dan diminta untuk membeli tiket terlebih dahulu. Oh My God, It's Embarassing! But it's funny. haha.

Dengan berbekal menanggung rasa malu diri sendiri dan ketiga temannya, Mala dan Nurbaity, teman kami yang paling baik hati rela beranjak keluar penangkaran terlebih dahulu untuk membelikan kami tiket masuk. Tiket masuknya ternyata berupa pin taman kupu-kupu. Dan.. inilah dokumentasi selama kami berwisata disana:

*Difotoin Mr. Nhan (Turis Vietnam yg kenalan di sana)*

*Kita bisa mencoba mendekati kupu-kupunya*
di taman ini dipenuhi kawat berjaring sehingga kupu-kupu terbang bebas tanpa khawatir akan keluar are taman

*Yang ini taman kepompong khusus untuk budi daya kupu-kupu nya*

*Cenderamata di Taman Kupu-Kupu*


Nah, Sekian cerita perjalanan saya dan ketiga teman saya merayakan hari kelulusan kami. Semoga lain waktu kami bisa pergi ke lain tempat. C U ^^V