Pia Amanda Nurhusni

Taraaaaaaannnnggg! 
Hari ini salah satu orang yang berarti untuk saya a.k.a Meine Oppa berulang tahun. Tahun ini saya ingin melakukan sesuatu yang tahun kemarin tidak bisa saya lakukan. Iya, tahun ini saya ingin sedikit membuat kejutan kecil-kecilan untuk dia. Membayar lunas apa yang tidak bisa saya lakukan ketika tahun kemarin saya tidak bisa menghabiskan hari istimewanya bersama dia. Kita tidak akan pernah tahu sampai kapan kita merasa memiliki sesuatu, karena semua ini hanya sebentuk pinjaman semata. Ketika kali ini Tuhan memberikan saya kesempatan untuk lebih dekat dengan aa ya saya cuma bisa menikmati saat ini saja. Berhubung saya tidak tahu sampai kapan kesempatan ini menjadi milik saya jadi saya hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk kedekatan kami. Agar pada saatnya nanti ketika memang hal terpahit terjadipun saya tidak pernah menyesal karena saya sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk saya, untuk dia dan untuk kami. :')
Sebetulnya niat saya untuk jail pada aa sudah saya susun matang sedemikian rupa. Saya bilang padanya saya sakit dan baru akan pulang ke tasik hari rabu (padahal saya sudah di rumah sejak hari senin) sehingga ketika hari rabu tiba saya minta tolong dia untuk mengambil kartu pendaftaran dokter di rumah, dan ketika dia akan mengambil kartu daftar ke dokter ternyata sudah ada surprise kecil untuk dia. hoho. Memang agak terlihat ababil sebetulnya. tapi bukankah sesuatu yang ababil itu kadang diperlukan pada waktunya? (defense saya ini mah) untuk misi ini saya bekerja sama dengan adik aa dan adik perempuan saya.

Tapi eh tapi, sesuatu terjadi di luar dugaan saya! Ketika hari rabu tiba, sepulang saya membawa kue tart yang akan dijadikan surprise nanti siang, saya duduk santai di ruang tengah bersama mama dan sepupu saya. menurut perkiraan seharusnya aa datang ke rumah untuk daftar berobat baru sekitar jam 1. Tetapiiii.. ketika saya sedang bersantai ria duduk-duduk cantik sekitar pukul 11.00 tiba-tiba seseorang datang dan mengucap salam. kemudian mama pun ikut kaget setengah ingin tertawa melihat siapa yang datang. Koq bisa? Ya karena ternyata aa saya yang datang pemirsaaa. Semua orang yang ada disana sontan kaget, aa kaget karena saya sudah ada di rumah, padahal seharusnya saya baru tiba di tasik sekitar jam 13.00 nanti. Dan mama serta sepupu saya bingung sekaligus kaget melihat taktik saya yang hendak jail ke"gap" oleh aa.
Beruntung Kue Tart yang saya bawa tadi sudah saya amankan di kamar. Pada akhirnya saya cuma senyum senyum simpul penuh makna mohon ampunan dosa. haha. ketika aa tanya kapan saya datang saya mencoba menahan diri dan tetap mengaku baru tiba di rumah. Ah sungguh! rencana yang (hampir) gagal total!.

Tapi tunggu dulu, yang ketauan kan cuma tentang saya sudah ada di rumah. Dia belum tau kalo siang ini adiknya akan datang ke rumah untuk sama-sama memberi kejutan kecil untuknya.Dia juga belum tahu kalau di dalam kamar adik perempuan saya ada kue tart yang sudah dipersiapkan untuk nanti siang. ^^
Dan siang pun menjelang.. Ketika jam 14.30 kami sedang berbincang-bincang cantik di ruang tamu adik aa mengirim pesan bahwa ia sudah sampai di depan rumah. Berhubung judulnya sebuah kejutan saya belum ingin aa tau kalau adiknya ada disini. Akhirnya saya minta adik perempuan saya untuk menjemput adik aa lewat pintu belakang. Setelah mereka kumpul di dapur saya pun datang menghampiri dan mempersiapkan kejutan kecil kami. Lilin ulang tahun kami pasang di atas kuenya lalu dinyalakan dan kemudian di bawa ke ruang tamu. Ketika kita melangkah masuk ruang tamu kita sedikit ababil menyanyikan lagu selamat ulang tahun sambil memberikan kue untuk ditiup lilinya. Dannn..aa pun terkejut! *Berhasil!*

Wah, rencana yang hampir gagal total ternyata berhasil disiasati juga hingga berakhir dengan sukses. Aa kaget kenapa ada adeknya disini dan ada kue yang dipasangi lilin yang tidak terfikir sebelumnya. hoho.
Selamat ulang tahun ya Meine Oppa, semoga sehat selalu, diberi limpahan rizki yang halal, didekatkan dan diberikan pekerjaan yang barokah dunia akhirat, dijauhkan dari fitnah dunia dan fitnah akhirat, tambah sayang sama saya dan keluarga :D 
Aminnn..

*Meine Oppa with his sister*


Pia Amanda Nurhusni

Hai! Selamat bertemu kembali !
Hari ini saya dan teman-teman baru saja selesai melaksanakan psikotes di salah satu SMP Negeri di Banjarsari. Pengalaman pertama melaksanakan psikotes di daerah tersebut setelah sebelumnya lebih dulu menginap di Rancah, tempat asal Dosen yang notabene koordinator tes kali ini. Sepulang melaksanakan psikotes kali ini ada yang berbeda, kami mampir dulu ke tempat peristirahatan di karang kamulyan yang terkenal dengan nama Ciung Wanara. 

Hmm.. sebetulnya saya sudah lama sekali penasaran dengan tempat ini. Secara sebetulnya bila saya berlibur ke Pangandaran saya pasti melewati tempat ini. Dan entahlah, saya memang memiliki ketertarikan sendiri terhadap wisata budaya di Indonesia yang sungguh amat kaya dengan warisan budayanya. Sayang, ingatan saya tidak cukup bagus untuk menampung semua penuturan menarik yang telah orang sampaikan mengenai situs-situs wisata budaya yang pernah saya tanyakan. Maka dari itu sepertinya menuliskan pengalaman saya kali ini di blog mudah-mudahan menjadi salah satu alternatif yang dapat membantu saya untuk meng"keep" cerita-cerita tentang hal-hal yang menarik bagi saya, utamanya kali ini tentang tempat wisata Ciung Wanara. Oke, Let's the information begin..


Ciung Wanara

Tempat wisata Ciung Wanara atau yang terkenal dengan sebutan situs Karang kamulyan merupakan situs purbakala bersejarah dan situs arkeologi yang terletak di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Situs ini merupakan peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Buddha. Situs Karangkamulyan merupakan peninggalan Kerajaan Galuh Pertama, menurut penyelidikan Tim dari Balar yang dipimpin oleh Dr Tony Jubiantoro pada tahun 1997, di tempat ini pernah ada kehidupan mulai abad ke IX, karena dalam penggalian telah ditemukan keramik dari Dinasti Ming.






Legenda Situs Karang Kamulyan


Legenda situs Karangkamulyan berkisah tentang Ciung Wanara yang berhubungan dengan Kerajaan Galuh. Cerita ini banyak bertutur tentang kisah kepahlawanan yang luar biasa seperti kesaktian yang tidak dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara. Kisah Ciung Wanara merupakan cerita tentang Kerajaan Galuh (zaman sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit dan Pajajaran). Tersebutlah raja Galuh saat itu Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permana Di Kusumah dengan dua permaisuri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Mendekati tibanya ajal, sang Prabu mengasingkan diri dan kekuasaan diserahkan kepada Patih Bondan Sarati karena Sang Prabu belum mempunyai anak dari permaisuri pertama (Dewi Naganingrum). Singkat cerita, dalam memerintah Raja Bondan hanya mementingkan diri sendiri, sehingga atas kuasa Tuhan Dewi Naganingrum dianugerahi seorang putera, yaitu Ciung Wanara yang kelak akan menjadi penerus resmi kerajaan Galuh yang adil dan bijaksana. Kelak Ciung Wanara berhasil merebut tahta kerajaan Galuh bukan dengan peperangan melainkan dengan memenangkan sabung ayam (cara yang disukai raja ketika itu) dengan mudahnya. 
Kawasan yang luasnya kurang lebih 25 Ha ini menyimpan berbagai benda-benda yang diduga mengandung sejarah tentang Kerajaan Galuh yang sebagian besar berbentuk batu. Batu-batu yang terdapat di situs ini memiliki nama dan sejarahnya sendiri. Batu-batu ini diantaranya adalah Sanghyang Bedil, Lambang Peribadatan, Cikahuripan, Pangcalikan dan Panyabungan ayam. 



Sanghyang Bedil 

Tempat yang disebut "Sanghyang Bedil" merupakan suatu ruangan yang dikelilingi tembok berukuran 6.20 x 6 meter. Tinggi tembok kurang lebih 80 cm. Pintu menghadap ke arah utara, di depan pintu masuk terdapat struktur batu yang berfungsi sebagai sekat (schutsel). Di dalam ruangan ini terdapat dua buah menhir yang terletak di atas tanah, masing-masing berukuran 60 x 40 cm dan 20 x 8 cm. Bentuknya memperlihatkan tradisi megalitik. Menurut masyarakat sekitar, "Sanghyang Bedil" dapat dijadikan pertanda datangnya suatu kejadian, terutama apabila di tempat itu berbunyi suatu letusan, namun sekarang pertanda itu sudah tidak ada lagi.

Sanghyang Bedil


Penyabungan Ayam

Tempat ini terletak di sebelah selatan dari lokasi "Sanghyang Bedil", kira-kira 5 meter jaraknya, dari pintu masuk yakni berupa ruang terbuka yang letaknya lebih rendah. Masyarakat sekitar situs menganggap tempat ini merupakan tempat sabung ayam Ciung Wanara dan ayam raja. Di samping itu merupakan tempat khusus untuk memlih raja yang dilakukan dengan sistem demokratis. 
Panyabungan ayam Ciung Wanara
Pohon dengan lubang unik di Panyabungan

Lambang Peribadatan


Batu yang disebut sebagai "Lambang Peribadatan" merupakan sebagian dari kemuncak, tetapi ada juga yang menyebutnya sebagaifragmen candi, masyarakat menyebutnya sebagai stupa. Bentuknya indah dihiasi oleh pahatan-pahatan sederhana yang merupakan peninggalan Hindu. Letak batu ini berada di dalam struktur tembok yang berukuran 3 x 3 m, tinggi 60 cm. Batu kemuncak ini ditemukan 50 m ke arah timur dari lokasi sekarang. Di tempat ini terdapat dua unsur budaya yang berlainan yaitu adanya kemuncak dan struktur tembok. Struktur tembok yang tersusun rapi menunjukkan lapisan budaya megalitik, sedangkan kemuncak merupakan peninggalan agama Hindu.

 

Panyandaran

Terdiri atas sebuah menhir dan dolmen, letaknya dikelilingi oleh batu bersusun yang merupakan struktur tembok. Menhir berukuran tinggi 120 cm, lebar 70 cm, sedangkan dolmen berukuran 120 x 32 cm. Menurut cerita, tempat ini merupakan tempat kelahiran Ciung Wanara. Di tempat itulah Ciung Wanara dilahirkan oleh Dewi Naganingrum yang kemudian bayi itu dibuang dan dihanyutkan ke sungai Citanduy. Setelah melahirkan Dewi Naganingrum bersandar di tempat itu selama empat puluh hari dengan maksud untuk memulihkan kesehatannya setelah melahirkan.
Cikahuripan
Di lokasi "Cikahuripan" tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan sebuah sumur yang letaknya dekat dengan pertemuan antara dua sungai, yaitu sungai Citanduy dan sungai Cimuntur. Sumur ini disebut "Cikahuripan" karena dianggap berisi air kehidupan (dimana air dipercaya sebagai lambang kehidupan). Sumur ini merupakan sumur abadi karena airnya tidak pernah kering sepanjang tahun.

Makam Adipati Panaekan

Di lokasi Makam Adipati Panaekan ini tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan batu yang berbentuk lingkaran bersusun tiga, yakni merupakan susunan batu kali. Dipati Panaekan adalah raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam dan mendapat gelar Adipati dari Sultan Agung Raja Mataram.

 Nah.. Itu tadi sekilas mengenai situs budaya Ciung Wanara atau yang juga dikenal dengan situs Karangkamulyan. Tempat ini sebetulnya memiliki daya tarik yang cukup kuat dari perspektif sejarah. Melihat, mencari tahu dan memahami situs budaya yang terdapat di Karangkamulyan ini dapat membantu kita semakin mengenali keberagaman kisah di masa lampau. keberagaman budaya tempo dulu. Sayang, situs ini nampak kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat hal tersebut terbukti dengan kurangnya perawatan di dalam area karangkamulyan, nampak pohon yang tumbuh liar tanpa dirapihkan dan sampah-sampah sisa makanan di pinggirannya. Jika saja perawatan terhadap situs ini dioptimalisasikan akan sangat membantu masyarakat sekitar untuk menambah referensi alternatif wisata budaya yang menarik dan edukatif serta meningkatkan pendapatan daerah setempat. Semoga kita bisa menjadi bagian yang selalu menghargai budaya kita yaa! Sampai jumpa di lain cerita!
Sisa Jalan Kuno yang menghubungkan Kerajaan Padjajaran dan Majapahit


*Bersama Teman-teman Tester*


Referensi:
Wikipedia. (2012). Situs Karangkamulyan. [Online]. Tersedia di: Wikipedia.com. 
AMGD. (2012). Budaya-situs KarangKamulyan. [Online]. Tersedia di: Navigasi.NetMarselia, M. (2006). Bojong Galuh Karangkamulyan – Ciung Wanara. [Online]. Tersedia di: Miramarselia.com

Foto-foto:
AMGD. (2012). Budaya-situs KarangKamulyan. [Online]. Tersedia di: Navigasi.Net
Aradsa, A. (2012). Berkunjung ke Situs Karang Kamulyan. [Online]. Tersedia di: Aradsa.com
Dokumentasi Pribadi (Pia Amanda Nurhusni; 8 September 2012)
Kabarindonesia.com

Pia Amanda Nurhusni
Aaaaaaaakkkk~*
Hari ini adalah hari terbahagia (dibanding hari kemarin)! Pagi ini saya terbangun dengan euforia sebagai sarjana (baru). Iya sih, sebagai angkatan 2007 saya terhitung yang mengalami kelulusan dalam keadaan terlambat (Sedih), tapi secara hitungan tahun masih boleh berbahagia karena masih masuk dalam hitungan lima tahun. (Ngabrangbrangkeun diri nyalira ieu teh ^^). 

Oke, bangun di pagi hari yang berbahagia ini masih bersisa sukacita kemarin hari bahwa saya dan teman-teman seperjuangan telah dinyatakan lulus ujian skripsi dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. *Say Big Alhamdulillah* Biar kata saya termasuk dalam kategori terlambat melaksanakan ujian sidang, tapi Allah selalu memberi hikmah terbaik atas apa yang disuratkan kepada umatNya. Alhamdulillah, kemarin saya dinyatakan lulus tanpa revisi sedikitpun (berdasarkan ujian di ruang sidang, tapi berdasarkan petuah dari Pembimbing saya masih harus melakukan revisi dalam beberapa hal, tetep mesti say alhamdulillah yes!)

Dannnnn...~ hari ini sejenak mari kita lupakan dulu sebuah tugas berjudul revisi. Hari ini saya ingin memberi reward kepada diri saya sendiri karena telah menaklukkan kejamnya ruang sidang #lebe. Setelah berchit-chat ria dengan beberapa kawan via sms akhirnya terbuatlah kesepakatan antara saya, Mala (anak Palembang yang notabene travelmate saya termasuk dalam journey menyelesaikan skripsi. ngahaha), Nurbaity (teman seperjuangan di kampus juga inih! dan kalo masih ingat, dia juga travelmate saya ketika backpackingan ke jokja pemirsah!). Oke, tadinya hanya diputuskan tiga orang yang akan berjalan-jalan menikmati hari baru sebagai sarjana. Tetapi, di tengah sarapan pagi di KFC Setiabudhi, alhamdulillah seorang teman seperjuangan kami mendapat hidayah untuk turut serta bergabung dengan kami pergi ke suatu tempat, namanya diny. (Hidayahhhh, dikira sesat kali sebelumnya, *mohon ampunan*). Dan akhirnya, setelah mengumpulkan segenap informasi dan the power of sotoy, saya dan ketiga teman saya memutuskan untuk pergi merayakan sukacita selepas sidang ke Taman Kupu-Kupu.

Apakah Itu Taman Kupu-Kupu?

Taman kupu-kupu adalah sebuah alternatif wisata edukatif bagi anak-anak hingga dewasa yang terletak di Jl. Cihanjuang No. 58 Cibaligo-Cimahi Kab. Bandung Barat No. Telp 022-60822222 / 022-92952008. Taman ini memiliki beraneka ragam jenis kupu-kupu lokal yang cantik dan unik. Harga tiket masuk per orangnya adalah Rp 20.000,-

Setelah kami selesai sarapan di KFC Setiabudhi, saya dan ketiga teman saya segera beranjak mencari angkot cimahi ledeng. Untuk mencapai taman kupu-kupu dari arah jl. setiabudhi kami perlu dua kali naik angkot. yang pertama adalah naik angkot Cimahi-Ledeng (Rp 3.000,-) turun di pertigaan cihanjuang kemudian menyebrang jalan dari tempat naik angkot tadi dan kemudian naik angkot berwarna ungu yang menuju ke parompong (arah atas). jarak dari pertigaan ke taman kupu-kupu tidak begitu jauh sehingga kita harus memperhatikan jalan dengan cermat agar tidak terlewat. Bagi yang baru pertama kali datang kesana tidak perlu khawatir, sampaikan saja kepada supir angkotnya bahwa kita akan turun di taman kupu-kupu dan dengan baik hati mereka akan menurunkan kita di depan taman kupu-kupu. (Ini hanya berlaku jika kita tidak salah naik angkot alias naik angkot dengan rute yang benar. hehe).

Begitu masuk ke area Taman Kupu-kupu sejujurnya saya dan ketiga teman saya sedikit kebingungan area khusus penangkaran kupu-kupunya di sebelah mana. kebingungan kami membawa kami untuk melangkah masuk ke tempat yang menjual cenderamata taman kupu-kupu. Di dalam sana kami melihat tempat penangkaran kupu-kupu yang terpisah oleh pintu kawat berjaring. Kemudian kami melihat ke sekililing, nampak tidak ada tempat khusus untuk membeli tiket membuat kami berfikir bahwa untuk masuk ke tempat penangkaran gratis. Tapi mohon maaf, ternyata asumsi kami salah. Begitu kami menginjakkan kaki di bagian dalam tempat penangkaran kami dihampiri seseorang dan diminta untuk membeli tiket terlebih dahulu. Oh My God, It's Embarassing! But it's funny. haha.

Dengan berbekal menanggung rasa malu diri sendiri dan ketiga temannya, Mala dan Nurbaity, teman kami yang paling baik hati rela beranjak keluar penangkaran terlebih dahulu untuk membelikan kami tiket masuk. Tiket masuknya ternyata berupa pin taman kupu-kupu. Dan.. inilah dokumentasi selama kami berwisata disana:

*Difotoin Mr. Nhan (Turis Vietnam yg kenalan di sana)*

*Kita bisa mencoba mendekati kupu-kupunya*
di taman ini dipenuhi kawat berjaring sehingga kupu-kupu terbang bebas tanpa khawatir akan keluar are taman

*Yang ini taman kepompong khusus untuk budi daya kupu-kupu nya*

*Cenderamata di Taman Kupu-Kupu*


Nah, Sekian cerita perjalanan saya dan ketiga teman saya merayakan hari kelulusan kami. Semoga lain waktu kami bisa pergi ke lain tempat. C U ^^V