Pia Amanda Nurhusni

Biarkan aku bahagia sejenak Puan,

Dengan apa yang ku punya dan ku rasa saat ini

Berhenti berucap tentangku

Yang seolah-olah masih terluka olehnya

Yang sungguh jika bisa aku buka memoriku

Kini telah tertutup cerita bahagiaku dengannya.

Dia yang saat ini di sampingku

Cukuplah sekali aku katakan tidak apa-apa

dan baik-baik saja

karena ketika aku berusaha mengulangnya untuk kalian cerna

aku tak yakin kalian tak lagi berpikir bahwa aku tidak terluka


Luka ku bukan karenanya

karena kepingan masa laluku

yang mungkin akan jadi pelengkap puzzle masa depanmu

Tapi karena pikiran kalian yang masih berbisik aku masih terluka

kenapa pula?


Ya, mungkin kalian terlalu sayang padaku

Takut melihatku rapuh dan tertatih

Tidak kawan, aku sudah bisa melangkahkan tegap kakiku

Menjalani kebahagiaanku

yang juga mungkin sedang atau akan segera kalian jalani

Hingga akhirnya kita bahagia bersama


Pia Amanda Nurhusni
Gemericik air membuat enggan beranjak,
dingin!
Sangat kentara sekali ciri khasmu.
Melempar pandang ke arah barat,
nampak jelas bentuk gunung tangkuban perahu.
Ledeng, Gegerkalong, dan panorama.
Mereka bagian tak terpisahkan dari mu hey setiabudi.

Gelagak tawa di penghujung canda,
rinai mata berbinar di setiap jeda cerita
Wajah kusam dan suntuk yang tumpah ruah dalam gerutu tanpa cerutu
Dan belum lagi kisah melankolis manis yang kau simpan
Hey setiabudi!

Ku dekap kau dalam waktu yang tak sementara
hey kisah di setiabudi
Kisah yang lebih dari sekedar durasi FTV
tapi tak sepanjang sinetron stripping yang membosankan