Pia Amanda Nurhusni
Hari ini adalah 29 Desember 2012. Hari dimana jatah hidup saya di dunia mulai berkurang. Tentu saja yang pertama harus saya lakukan adalah bersyukur kepada Allah SWT karena sudah diberi kepercayaan dan nikmat yang tidak terkira untuk menjalani kehidupan selama 24 tahun ke belakang. Ya, hari ini saya  menginjak tahun ke 24, sedikit mengejutkan melihat angka tersebut untuk saya. Ternyata saya tidak muda lagi. hoho.

Hari ini betapa syukur yang tidak terkira aku panjatkan ke hadiratMu Ya Rabb, Engkau telah menempatkanku pada keluarga, sahabat dan orang - orang sekeliligku yang menyayangiku. Hari ini sebenarnya sedikit menyedihkan karena ternyata racap saya sendiri lupa kalau hari ini adalah tanggal 29. Ya, di lupa hal itu karena kebiasaan lamanya kambuh lagi. Tidur selepas solat subuh :(
Padahal dia sengaja turun gunung lebih awal karena tau hari ini hari yg spesial untuk saya, padahal hari kemarin dia jelas-jelas bilang 'Besok dandan yang cantik ya kita ngedate'dan akhirnya semuanya rusak karena saya terlanjur mengandung bete. Ya saya kesal karena dia lupa dan penyebabnya karna bangun siang. menyebalkan!

Saya tau mungkin dia lelah sehabis naik gunung kemarin hari, atau mungkin menunggui mama nya yang memang sedang kurang enak badan. Tapi untuk sekedar mengucapkan lewat handphone pun dia lupa! *sewot*

Ya beruntung kami tetap pergi 'ngedate' walaupun sudah dengan mood yang berantakan. Tapi tetap ketika saya sadari laki-laki menyebalkan yang ingin saya tinggalkan hari ini sebetulnya pria yang baik yang selalu berusaha ada di saat saya butuh dia. Ya, toh kami memang masih proses memperbaiki diri sendiri. Yang saya tau kami akan sama-sama berusaha berjuang menjadi lebih baik bagi diri kami sendiri dan bagi orang-orang yang kami sayangi.
Pia Amanda Nurhusni
Akhirnya tiba jugalah pada hari ini, hari dimana ceremonial kelulusan saya (dan seluruh mahasiswa yang sudah melaksanakan sidang) sebagai seorang sarjana dirayakan besar-besaran oleh kampus kami tercinta, Universitas Pendidikan Indonesia. Hari pelaksanaan wisuda kami bertepatan dengan tanggal cantik yang tertera pada kalender masehi, 20-12-2012 a.k.a 20 Desember 2012.

Ada perasaan senang, bahagia, haru, sedih, dan juga cemas menghampiri. Perasaan pertama yang saya rasakan tentu merasa senang dan bahagia. Acara wisuda ini merupakan penanda bahwa kami telah lulus dari kampus kami tercinta. Dan siapa yang tidak akan berbahagia ketika seseorang dinyatakan sudah menyelesaikan satu tahapan masa studi? Tentu, saya merasakan perasaan yang sangat mainstream sekali disini, saya sangat senang dan berbahagia ^^

Perasaan haru terselip disana, ketika nama para wisudawan disebut satu persatu dalam megahnya gymnasium UPI, dan terdengar jelas nama saya menjadi salah satu nya, Pia Amanda Nurhusni, S.Pd. Sebuah moment yang cukup menyentak untuk saya bersyukur kepada Allah SWT. Sebuah moment dimana saya diingatkan betapa nikmat apa yang tidak Tuhan berikan kepada saya? Betapa saya sedang ditunjukkan sebuah hasil jerih payah do'a dan usaha bapa mama saya. Tiga lembar berharga di dalam sini, Ijazah, transkrip nilai dan akta IV ini merupakan hasil cucuran keringat bapa mama saya, do'a mereka yang tiada henti meski tidak saya pinta sekalipun. Dan baru ini, Ma, Pa, yang bisa anakmu berikan di hari ini. Semoga ilmu dan rezeki yang berkah senantiasa menyertai melalui tiga lembaran berharga hasil jerih payah kalian selama ini untuk mendukung penyelesaian studi saya di Universitas Pendidikan Indonesia. Untuk saya orang tua seperti mereka sangatlah luar biasa, seorang bapa yang lulusan Diploma dan ibu yang lulusan SKKA (setara dengan SMA jaman sekarang) dapat mengantar anaknya menjadi seorang Sarjana. Terimakasih Ya Allah, Terima kasih Mama, Terima kasih Bapa..

Saya selalu teringat bahwa mereka cukup memanjakan saya untuk apa yang saya butuhkan bukan apa yang saya inginkan. Ya, dulu saya seringkali meminta uang sekedar Rp 9.000,- untuk membeli sebuah komik tapi mereka sama sekali tidak memberikannya. Mereka berfikir karena barang itu keinginan saya bukan kebutuhan saya maka saya harus mendapatkannya dengan menyisihkan uang jajan saya sendiri. Berbeda jelas ketika saya baru berfikir untuk membutuhkan alat bantu mengerjakan tugas ketika akan masuk perguruan tinggi, mereka memfasilitasi saya dengan sebuah laptop semenjak semester awal. Dan mereka memberikan itu tanpa saya minta. 

Teringat kata-kata Mama ketika Saya, Mama dan Bapa sedang bercengkrama sebelum hari H Wisuda. Bapa saya dari dulu memang jauh lebih mementingkan keperluan pendidikan anak-anaknya ketimbang kebutuhan tersier lainnya. Mama bilang ketika Gaji Bapa sangat pas-pasan untuk menghidupi keluarga kami yang hidup di perantauan Beliau tetap berusaha menyisihkan sebagian uangnya untuk membeli Kamus Besar Bahasa Inggris. Padahal ketika itu saya baru menginjak SD kelas 1 yang sebetulnya keperluan tersebut masih bisa ditunda. Ya, ketika para orang tua lain sibuk mendandani anak-anaknya dengan sepatu bermerk, perhiasan semacam kalung ataupun gelang, Bapa saya justru menyisihkan uangnya untuk mempersiapkan kebutuhan pendidikan anaknya. Saya tau, bukan tidak ingin Bapa saya memberikan barang-barang tersebut kepada kami anak-anaknya, tapi keterbatasan keluarga kami saat itu telah membuat bapa selektif dalam mengatur skala prioritas.

Dan hari ini, meskipun saya bersedih dengan ketidakhadiran bapa saya pada acara yang seharusnya jadi hadiah untuk Bapa dan Mama, saya tetap menaruh rasa syukur dan bangga memiliki mereka sebagai hal yg utama. Liat Pa, hari ini alhamdulillah do'a dan usaha mama bapa berhasil mengantarkan teteh jadi sarjana. High Heels yang teteh pake hari ini adalah high heels yang pertama dan satu-satunya teteh punya, pemberian bapa waktu nikahan Ba Evi empat taun yang lalu.. Ketidakhadiran bapa tetap menghadirkan bukti do'a bapa yang nyata, kelulusan teteh hari ini, duduknya teteh di gymnasium ini dan semua ini milik mama dan bapa :')

Saya akui saya bersedih ketika mendapati kabar bahwa bapa saya harus bertugas ke Padang di hari wisuda saya ini, padahal sejak jauh-jauh hari kami sudah merencanakan akan pergi bersama dan kemudian berfoto bersama. Dan sehari menjelang keberangkatan ke Bandung racap saya pun batal menghadiri wisuda saya karena pada waktu bersamaan dia mendapat panggilan psikotes kerja di Yogyakarta. Tapi tidak apa, mungkin Allah sedang menunjukkan kasih sayangNya kepada saya bahwa saya tidak boleh takabur, apapun dan serasa sesempurna apapun tetap Allah memiliki jalan terbaik yang akan Ia tunjukkan pada umatNya pada saat yang tepat.

Hmm.. Tak hanya itu, saya juga bersedih karena secara ceremonial saya akan berpisah dengan sahabat-sahabat saya, teman-teman kampus saya, kenangan akan Bandung yang ramah dan menyenangkan. Mulai saat ini kami benar-benar akan menjalani hidup kami masing-masing. Kembali ke daerah masing-masing sebelum akhirnya kami bertemu kembali di saat yang sudah lebih sukses dan lebih baik dari saat ini :')

Bagaimanapun ini adalah awal dari semuanya, maka seyogyanya Saya harus lebih semangat untuk berpacu dengan waktu meraih apa yang menjadi impian saya, mewujudkan apa yang menjadi harapan kedua orang tua saya, meraih kesuksesan dunia akhirat. Aamiin.

 

Pia Amanda Nurhusni

Sehari sebelum hari H pelaksanaan ceremonial kelulusan Saya, Saya dan keluarga sejenak melepas penat ke daerah Lembang. Kali ini tujuan kami adalah Strawberry farm Lembang. Tempat ini sangat cocok untuk wisata keluarga. Ketika kita akan masuk ke area ini kita tidak dikenakan tiket. Kita hanya diharuskan membayar apabila menyewa saung (Rp 30.000,-), Memetik strawberry (Rp 6.000,-/Ons), dan memetik bunga (Rp 10.000,-/Tangkai untuk pemetikan pertama, selanjutnya Rp 5.000,-/Tangkai).

Biaya sewa saung menjadi gratis apabila kita memesan makanan/minuman minimal dengan jumlah pembelian seharga Rp 50.000,-. Dan menurut saya makanan dan minuman disana cukup tasty. Banana Split dan batagor yang kami pesan cukup recommended untuk dicoba.




Disana kita boleh memetik strawberry sepuasnya dan dikenakan pembayaran saat hasil petikan kita ditimbang. Ketika kita akan memasuki wilayah kebun strawberry kita diberi perlengkapan Topi Caping, Gunting dan Keranjang untuk menyimpan hasil petikan. 





Setelah puas memetik strawberry saya dan kedua adik perempuan saya melanjutkan berjalan-jalan di kebun botani-nya. Disana kami melihat dari dekat satu persatu mawar yang sedang bermekaran. Baunya harum dan warna-warninya sungguh indah.


Penjaga kebun ini berkata bahwa bunga yang paling harum baunya adalah mawar yang berwarna merah muda, tapi entah kenapa justru untuk saya mawar merah jauh lebih harum. Selain kebun strawberry dan kebun bunga disini disediakan beberapa permainan anak meskipun tidak banyak. Permainan anak yg tersedia disini diantaranya adalah sepeda unik dengan harga Rp 10.000,- untuk satu kali sewa, motor ATV seharga Rp 20.000,- untuk satu kali main dan naik kuda seharga Rp 15.000,- untuk tiga kali putaran.
  

Berlibur ke tempat baru selalu menjadi hal yang menyenangkan bagi saya dan keluarga. Semoga lain waktu kami bisa mengunjungi tempat wisata lain. Viva Beautiful Indonesia~


Pia Amanda Nurhusni
Aku sedang mencoba menepis rindu
yang tentu tak lain ini ulahmu
Kau rajut terlalu kuat tuan!
Dari campuran rona dan pesonamu.

Aku tak mau ini jadi candu,
segera berikan aku penawarnya hai Tuan!
datangi aku segera,
meski sekedar lewat bayangmu yang berkelebat
Pia Amanda Nurhusni
Kancing kehidupan terlontar dengan perlahan
Burung pipit di seberang mengamatinya dengan seksama
Dan aku ikut serta
Memicingkan mata dari kejauhan

Bahagia, Sedih, Duka, Lara?
Nasib apa yang akan tertera?
Jangkrik saja sampai menahan nafas
Hingga suara sunyi senyap

Angin bergerak perlahan. 
Tak mau jadi kambing hitam penentu hasil lemparan benda bulat tadi
Begitu pun dengan sang raja hutan
Ia tunda keangkuhannya untuk menerkam
demi mendapati nasib yang murni

Ah kau kancing kehidupan!
Betapa kau dapati semua mata tertuju padamu?
Tunjukkan segera yang terbaik untuk kami.
Bisikku dalam hati.
Pia Amanda Nurhusni
Memasuki bulan Desember selalu akan tercium bau khas bulan kelahiran saya ini. Bau tanah selepas hujan, dan bau wijaya kusuma yang sedang mekar. Hmm, mungkin bagi sebagian besar orang wijaya kusuma bukan merupakan salah satu bunga yang familiar di telinga mereka. Karena saya pun baru mendengar tentang bunga ini sekitar 2 entah itu 3 tahun yang lalu.

Ketika itu Bapa saya sedang rajin dan asyik menikmati hobinya berkebun. Bapa sedang senang merawat Samia, aglaonema, euphorbia dan gelombang cinta. Di samping keempat tanaman tadi Bapa juga merawat tanaman lain. Suatu ketika di saat Bapa saya sedang asyik menyirami tanamannya saya bertanya, "Pa, ada nggak bunga yang mekarnya bulan Desember? Namanya apa?". Tidak berapa lama kemudian Bapa saya menjawab, "Ada, namanya Bunga Wijaya Kusuma. Bunganya sederhana, tapi cantik juga unik." Seketika saya langsung jatuh cinta pada bunga yang belum pernah saya dapati langsung itu.


Setelah mencari dan membaca beberapa artikel tentang bunga wijaya kusuma akhirnya saya dapati fakta bahwa sebetulnya bunga wijaya kusuma tidak hanya mekar di bulan desember melainkan kadang di bulan september atau november. Namun begitu memang bunga ini konon lebih sering didapati mekar ketika memasuki bulan desember.

Bagi orang jawa bunga wijaya kusuma menjadi salah satu bunga yang dianggap keramat karena menurut mitos pewayangan jawa bunga wijaya kusuma merupakan senjata sakti selain cakra yang dimiliki Prabu Kresna (Titisan Batara Wisnu). Bunga ini konon oleh Prabu Kresna digunakan untuk menghidupkan kembali orang yang sudah mati.

Bunga Wijaya Kusuma ternyata memang memiliki keunikan tersendiri. Ia memiliki waktu mekar yang sangat singkat dan hanya mekar pada malam hari. Ketika bunga lain pada umumnya mekar menghadap Matahari maka dapat dikatakan bunga ini mekar justru untuk mencari bulan yang sedang bersinar. Bunga ini bagi sebagian orang dianggap pembawa hoki. Barang siapa dapat menyaksikan mekarnya wijaya kusuma maka menurut mitos pewayangan jawa orang tersebut akan lancar rezekinya.

Sebagai umat muslim tentunya saya lebih menyerahkan soal rezeki, jodoh, hidup dan mati hanya pada Allah SWT. Saya jatuh cinta pada keindahan wijaya kusuma bukan karena mitosnya melainkan karena mekarnya di bulan desember. Sehingga berasa memiliki simbol tersendiri bagi bulan kelahiran saya. Selamat Datang Bulan Desember, semoga di bulan ini saya segera mendapat kabar yang terbaik, diberi kesehatan lahir batin,  dan dilancarkan rezeki. amin ^^