Pia Amanda Nurhusni
Bagaimanapun mendengar lagu itu jiwa gadis kecil berseragam putih merah di masa lalu tak bisa diam. Ruhnya bangkit, tanpa sadar ia memuji atas makna dibalik lagu itu. Kaguma akan pengakuannya dan kebertahanannya, tapi keyakinan ruh sang gadis cilik runtuh seketika membayangkan bahwa apa memang mungkin ia sanggup bertahan selama ini? terhitung 9 tahun seperti yang lelaki itu sampaikan. Sama seperti kisah si gadis cilik menanti sang ranger biru cilik.

Apa ini sebuah karma? tapi si gadis cilik tak pernah menyadari dan tak pernah benar-benar mengetahui bahwa pernah ada satu pertanyaan yang entah itu membutuhkan jawaban atau tidak yang tertinggal di masa lalu.

Sang lelaki kembali mengirimkan sebuah lagu rindu milik kerispatih atas nama si bocah cilik:

Bintang malam katakan (sampaikan) padanya

Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya

Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan

Gadis cilik yang kini beranjak dewasa itu cukup tersanjung atas keindahan liriknya. Namun ia rapuh. Yang ia yakini lagu itu tetap hanya untuk si gadis berponi berambut pendek berponi kecil walaupun si bocah lelaki yang juga saat ini beranjak dewasa meyakinkannya bahwa ini untuk gadis kecil yang saat ini beranjak menuju dewasa.

Kerapuhannya semakin menguat ketika ia mendengar salah seorang temannya mengucap, "Jangan lupa kawan, mereka telah bertemu dengan banyak orang baru di masa mereka tak bertemu denganmu. Dan tak bisa kau pungkiri bahwa orang-orang baru itu telah banyak melukiskan banyak sejarah baru di hidup mereka juga..."

Seketika aku merasa lemas dan tak berdaya. Ia seolah mengatakan bahwa walau bagaimanapun aku bagi mereka pun adalah lembaran masa lalu mereka seperti mereka bagi diriku. walaupun ada benang merah yang belum terputus untuk menghubungkan kedua masa itu tapi tak bisa kupungkiri apa yang ia katakan benar adanya. Ya Rabb? apakah ini ujian untuk tekadku yang mengucap hendak melangkah ke masa depan?
Pia Amanda Nurhusni
Detik ini sedang berada di masa lalu : jiwaku.
seseorang tiba-tiba muncul dengan mengirimkan sebuah pesan lewat sebuah lagu yang sesungguhnya tak ditujukan langsung padaku melainkan pada gadis kecil berponi berambut pendek bermata kecil berseragam putih merah di masa lalu.

ku lukiskan lagi sebuah ingatan
yg mungkin tlah terlupakan jauh dulu
kau sapa hangat hariku
mengungkap kebahagiaan yg terpendam
sejenak penuh arti

mungkin kita tak harus jadi satu
tapi cukup bagiku kehadiranmu


dan ternyata
kau sanggup mengurung rasaku
tuk bertemu lagi denganmu
dan ternyata
perpisahan dulu mungkin itu luka
tapi ku tetap menjaga

namun ku tetap mengenang dirimu
di hatiku
dan ternyata indah

Sebuah lagu indah milik kerispatih ia berikan. sesungguhnya tak mengerti mengapa tiba-tiba? Tak tau akan datang kejutan dari masa lalu. Sempat terlintas apa yang akan kulakukan bila tiba-tiba ia sudah datang dan berdiri di hadapanku saat ini?

Sebuah keraguan muncul, banyak prakata dari hati mengucap "itu untuk gadis kecil berseragam putih merah dari bocah lelaki berseragam putih merah pula, bukan untukmu!"

Satu penyesalan, aku tau itu untuk si gadis kecil. tapi mengapa harus diberikan kepada ia yang bukan lagi gadis kecil. Kemudian timbul penyimpulan, itu hanyalah sebuah penyelesaian masa lalu yang di lakukan di masa depan. Walaupun sebenarnya aku tak berpikir bahwa ini sebuah penyelesaian.

Pia Amanda Nurhusni
Rutinitas pagi, terbangun sebelum subuh.
Bingung melakukan apa pagi ini walaupun sebenarnya ada yang harus dilakukan hari ini. Alhasil menanti adzan subuh berkumandang dan setelah itu membangunkan teman2 yang semalam menginap bersama.

Agenda pagi ini: pergi observasi ke SMKI Karawitan Bandung melengkapi data observasi yang ada untuk tugas minggu depan. Di perjalanan? aikh, tak kuat mengantuk sekali.

Pulang dari SMKI kembali menjelajah dunia maya. Tak tau kenapa tiba2 memori mengajak berputar arah ke masa lalu. selalu begitu! tapi selalu berhasil mengatasi pula.

Mengherankan dan melelahkan sesungguhnya bila terus begini, apa harus berulang kali ku yakinkan bahwa telah kukatakan SELAMAT DATANG MASA DEPAN! ???

Ketakutan selalu ada ketika aku sudah berpijak pada kisah masa depan tetapi pintu gerbang masa lalu kembali terbuka. hingga memperlihatkan apa yang tampak tak mungkin dan menjadi sebuah ujian kebimbangan...
Pia Amanda Nurhusni
Hari ni seperti biasa, kembali pada kehidupan nyata mengikuti alur skenario kehidupan, sebagai: mahasiswi.

pagi ini, setelah bangun dan melaksanakan shalat membuka c gery untuk mengecek filr tugas mikro konseling. merevisi tugas itu juga tentunya.
di kampus? dosennya sakit (cepet sembuh ya Bu, senang berdiskusi dengan ibu), alhasil seperti biasa terjadi kericuhan di kelas.

Pulang? menyusuri jalanan menuju kostan, setelah itu melompat menyusuri tepian dunia maya. tak sedang jenuh, sungguh, tapi hanya sedang memperlebar garis lengkung di wajah. tak henti mengucap syukur, alhamdulillah,,, terima kasih Ya Rabb,,, hari ini kau masih membiarkanku membuka mata, menikmati betapa angin segar sering bertiup, dan harmonisasi keunikan individu di kelas...

Terlintas beberapa saat,
beberapa waktu lalu selalu terkungkung oleh masa lalu, masa di mana selalu dihadapkan pada bayang-banyang ranger biru cilik yang tak juga peka akan sekelilingnya. Tak tanggung-tanggung, semua itu terbuang sia-sia 9 tahun...

Bersyukur, masa kritis itu lambat laun sudakh terlewati, perlahan tapi pasti garis lengkung akan kembali menghiasi lukisan wajah...
meninggalkan masa lalu dan berkata selamat datang untuk masa depan! cuz i'm d'wonder woman!