Pia Amanda Nurhusni
Hari ini tanggal 26 Oktober 2012, ya, hari ini adalah hari raya idul adha. Ada yang berbeda dengan idul adha tahun ini. Ini adalah kali pertama saya merayakan hari raya qurban tidak bersama orang tua, hanya bersama teman dan jauh di rantau pula. Tahun ini saya merayakan hari raya Idul adha di Camp saja bersama dengan teman-teman yang juga tidak mudik. Agak sedih sih tapi ketika mendengar suara takbir menggema, biasanya saya menikmati adik bungsu saya, Difa sebagai salah satu suara yang saya dengar ketika malam takbiran. Tapi yaa.. tak apalah.. pengalaman baru yes? 
Dan ketika malam takbiran tiba, disini tidak kalah ramai dengan di tempat asal saya ternyata. Saya dan teman-teman bahkan sempat menikmati iring-iringan pawai obornya. Hmm.. Pare emang punya cerita sendiri!

Kebiasaan saat merayakan idul adha di rumah tetap terbawa ke Camp, bangun lebih pagi untuk bersiap-siap karena kami akan melaksanakan shalat id. Nah, yang jadi pertanyaan, dimanakah kami akan shalat id? karena kami sama sekali tidak tahu mesjid mana yang biasanya digunakan untuk shalat id di daerah sini. Mana tadi pagi kami tertinggal dari rombongan camp belakang yang lebih dulu berangkat. Dengan modal nekat dan sok tahu, tiga dari lima orang yang mengisi camp depan (saya, mala dan teh ira.) pergi mengikuti rombongan orang yang berduyun-duyun. Dan ternyata,, rombongan orang tadi mengantarkan kami tiba di mesjid agung Pare, Mesjid An-nur. Jarak camp kami dan masjid tempat kami sholat kurang lebih seperti dari geger arum ke pertigaan geger kalong hilir. (Lumayan kan?) dan itu kami capai dengan berjalan kaki.

Sepulang dari shalat id pertanyaan baru mampir di benak kita.. Jengjeng! 
Apa sarapan kita pagi iniii?
Hmm.. disaat yang lain sedang menikmati rendang seharusnya kita juga menikmati mie goreng rasarendang biar sama rata sama rasa. Tapi dong-dongnya kita adalah kita sama sekali tidak menyediakan stok makanan di camp dan lupa bahwa sebagian besar warung nasi di camp kita akan tutup. sedih. Tapii.. kemudian akhirnya saya dan keempat teman camp depan (mala, roli, mbak tuti dan teh ira) memutuskan untuk gowes basamo keliling ke pusat kota untuk mencari tempat makan yang buka (dan semoga enak).
Alhamdulillah, sampai di pusat kota kecamatan yang memakan waktu kurang lebih 30 menit dengan menggunakan sepeda ini, kami menemukan warung nasi yang buka. Dannnn.. ketika hari ini orang bersantap daging di rumahnya, saya masih bisa menikmati nasi rawon yang notabene pake daging juga. *say alhamdulillah*

Selesai dari makan rawon kita melanjutkan perjalanan kita ke apollo big store. Pusat perbelanjaan terbesar di kota kecamatan ini. (ternyata buka para pemirsa!*jingkrak-jingkrak*)
Niat awal sih kami cuma mengantar roli mencari t-shirt. tapi ternyata dasar naluri calon ibu belanja kebutuhan di camp lah akhirnya kami.. (jajan stok makanan, so fell, perlengkapan nyuci dan mandi)
Ah, ada pengalaman lucu ketika di apollo big store! ini adalah pertama kalinya kami ke mall dengan naik sepeda. maka lucu sekali ketika kami akan parkir ke basement. Sementara yang lain memarkirkan sepeda motor atau mobil mereka, kami berlima justru memarkirkan sepeda ontel sewaan dengan cantiknya. Benar- benar pengalaman baruuuuu. 

Selesai berbelanja di apollo big store kita tidak langsung pulang melainkan minum minum cantik di es kelapa muda dekat Rajawali. Hmm.. Lebaran idul adha kali ini benar-benar dihabiskan dengan bersepeda bersama teman dan pengalaman baru. 
Alhamdulillah.. Hmm.. bagaimana dengan lebaran tahun depan ya? bisa jadi mulai menghabiskan lebaran dengan keluarga baru. *eh* haha.
Ah sudahlah, yang jelas, merayakan lebaran idul adha dimanapun semoga dapat meningkatkan semangat kita untuk berkorban! mengorbankan waktu main kita untuk hal yang lebih bermanfaat misalnya. 
Selamat merayakan hari raya idul adha ya semuaaaaa! :*

*with Mala 'n Teh Ira at Mesjid Agung Pare*


*Logico Front Camp (Difotoin Satpam nih. Thanks ya Pak! :D)

*ini pas abis shalat id, alhamdulillah masi bisa shalat id biar kata di tempat orang*



Pia Amanda Nurhusni
Wah, ternyata nggak kerasa, sekarang menginjak hari ke-12 saya mengikuti program English Camp di Kediri-Pare. It means, waktu yang tersisa tinggal 20 hari lagi. Banyak yang bertanya, kenapa mesti Kediri? Kenapa mesti memilih Pare yang dikenal sebagai "Kampung Inggris" daripada mengikuti les di lembaga-lembaga yang sudah memiliki nama di Kota masing-masing. Jawabannya saya juga tidak tahu.. (awalnya).. tapi pada akhirnya..(saya temukan juga)
Alasan awal saya memilih Pare sebetulnya saya ingin pergi mengisi pundi-pundi "perbekalan" saya sebelum terjun ke lapangan a.k.a melamar kerja sekaligus mengunjungi tempat baru yang belum pernah saya datangi sebelumnya.

Dan Bagaimana?
Hmm.. pengalaman yang baru ketika pertama kali tiba di sebuah stasiun pukul 03.30 dan kita dihadapkan pada posisi minim sekali orang yang bisa kita sapa untuk kita tanyai tempat baru yang akan kita datangi ini. Stasiun Kediri mungkin bukan sesuatu yang asing bagi saya. ini kedua kalinya saya transit disini. Tetapi, Kediri-Pare? itu benar-benar hal baru untuk saya. Tapi syukurlah, benar kata banyak orang bijak, jika orientasi nya ilmu akan banyak jalan yang kita tempuh menuju sana. Saat kami sedang mengalami kebingungan mengenai transport menuju bis puspa indah (bis yang mengantarkan ke pare) keluarga yang sempat menjadi objek kami untuk bertanya alamat berbaik hati mengantarkan kami ke tempat menunggu bis. Subhanallah.. (Semoga kebaikan mereka dibalas Allah SWT)

Dan kenapa kita/kami?
Sedari tadi saya bercerita kita/kami. Ya, karena saya datang kesini bersama dengan salah satu anggota peergroup di kampus. Namanya Mala. saya lebih senang memanggilnya malcok atau malacok. ^_^v. Dia salah satu partnert saya yang selalu bersama-sama ketika saya melakukan perjalanan ke luar kota.

Pare?
Setibanya kami disini kami melihat kondisi yang jauh berbeda dengan Bandung (tempat saya numpang kuliah) dan Tasikmalaya (my hometown tentunya). Disini tidak ada transportasi umum. Jadi untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain kita hanya bisa mengendarai kendaraan pribadi. lalu, bagaimana dengan para pendatang? Tenang saja. kota ini cukup ramah juga bagi para pendatang. Mereka menyediakan persewaan sepeda dan odong-odong untuk transportasi selama para pendatang tinggal di Pare.
Tempat ini mengajarkan saya untuk berbagi dengan orang yang belum kita kenal sama sekali yang datangnya dari berbagai macam daerah. Berbagi tempat, berbagi cerita, dan berbagi semangat belajar utamanya!
Iya, saya jatuh cinta pada kampung inggris yang berhasil menstimulus semangat belajar orang-orang yang datang kesini. Tempat disini sederhana, makanan pun beberapa saja yang cocok di lidah saya. untuk pergi ke tempat wisata aksesnya belum semudah di kota lain. tapi saya cinta kota kecil ini. Saya suka melihat semangat belajarnya. Mereka yang datang kesini beragam, ada yang baru lulus SMA, masih sekolah, Lulus kuliah, bahkan banyak yang sengaja berhenti bekerja karena mereka sedang ingin belajar lebih dalam (pilihan yang sangat sulit dan cukup luar biasa saya rasa, karena beberapa diantara mereka meninggalkan pekerjaan di perusahaan yang sudah bonafit dan sudah bertahun-tahun). Mereka semua yang belajar disini membaur dengan sendirinya dengan status yang sama, student!
ya disini ga ada itu judulnya mahasiswa, pegawai kantoran atau anak SMA, disini semuanya sama, jadi murid yang sedang kembali belajar!

And today I have a group examination! Wish me luck :D
Dannnnn.. di hari ke-12 ini saya ada ujian kelompok kelas speaking. kelas yang saya sukai karena hampir semua orang di dalamnya sangat interaktif dan unik, dan kembali lagi, semangat belajarnya tinggi!
Do'akan yes. semoga ujian hari ini berjalan dengan lancar dan hasilnya memuaskan. Aminnnn..

Pia Amanda Nurhusni
Aku panggil dia lara,
sisa cerita kemarin sore.
Remah-remah dari kata 'kita'
Yang mungkin sedang menunggu dikremasi waktu

Dear Lara,
Sudah tiba waktumu untuk beristirahat dalam damai.
Bersemayam dalam pusara kenangan.

Sudah, biarkan saja lara..
Biarkan waktu melumatmu dengan seketika
Biarkan ia menelanmu bulat-bulat

Ku ikhlaskan kau lara, 
Beranjak pada tempat yang tak semestinya
Pada pilar-pilar waktu yang mulai menua

Dear Lara, 
Selamat pergi dari aku yang sudah kesekian kali kau datangi.