Bagaimanapun mendengar lagu itu jiwa gadis kecil berseragam putih merah di masa lalu tak bisa diam. Ruhnya bangkit, tanpa sadar ia memuji atas makna dibalik lagu itu. Kaguma akan pengakuannya dan kebertahanannya, tapi keyakinan ruh sang gadis cilik runtuh seketika membayangkan bahwa apa memang mungkin ia sanggup bertahan selama ini? terhitung 9 tahun seperti yang lelaki itu sampaikan. Sama seperti kisah si gadis cilik menanti sang ranger biru cilik.
Apa ini sebuah karma? tapi si gadis cilik tak pernah menyadari dan tak pernah benar-benar mengetahui bahwa pernah ada satu pertanyaan yang entah itu membutuhkan jawaban atau tidak yang tertinggal di masa lalu.
Sang lelaki kembali mengirimkan sebuah lagu rindu milik kerispatih atas nama si bocah cilik:
Bintang malam katakan (sampaikan) padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
Gadis cilik yang kini beranjak dewasa itu cukup tersanjung atas keindahan liriknya. Namun ia rapuh. Yang ia yakini lagu itu tetap hanya untuk si gadis berponi berambut pendek berponi kecil walaupun si bocah lelaki yang juga saat ini beranjak dewasa meyakinkannya bahwa ini untuk gadis kecil yang saat ini beranjak menuju dewasa.
Kerapuhannya semakin menguat ketika ia mendengar salah seorang temannya mengucap, "Jangan lupa kawan, mereka telah bertemu dengan banyak orang baru di masa mereka tak bertemu denganmu. Dan tak bisa kau pungkiri bahwa orang-orang baru itu telah banyak melukiskan banyak sejarah baru di hidup mereka juga..."
Seketika aku merasa lemas dan tak berdaya. Ia seolah mengatakan bahwa walau bagaimanapun aku bagi mereka pun adalah lembaran masa lalu mereka seperti mereka bagi diriku. walaupun ada benang merah yang belum terputus untuk menghubungkan kedua masa itu tapi tak bisa kupungkiri apa yang ia katakan benar adanya. Ya Rabb? apakah ini ujian untuk tekadku yang mengucap hendak melangkah ke masa depan?
Apa ini sebuah karma? tapi si gadis cilik tak pernah menyadari dan tak pernah benar-benar mengetahui bahwa pernah ada satu pertanyaan yang entah itu membutuhkan jawaban atau tidak yang tertinggal di masa lalu.
Sang lelaki kembali mengirimkan sebuah lagu rindu milik kerispatih atas nama si bocah cilik:
Bintang malam katakan (sampaikan) padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
Gadis cilik yang kini beranjak dewasa itu cukup tersanjung atas keindahan liriknya. Namun ia rapuh. Yang ia yakini lagu itu tetap hanya untuk si gadis berponi berambut pendek berponi kecil walaupun si bocah lelaki yang juga saat ini beranjak dewasa meyakinkannya bahwa ini untuk gadis kecil yang saat ini beranjak menuju dewasa.
Kerapuhannya semakin menguat ketika ia mendengar salah seorang temannya mengucap, "Jangan lupa kawan, mereka telah bertemu dengan banyak orang baru di masa mereka tak bertemu denganmu. Dan tak bisa kau pungkiri bahwa orang-orang baru itu telah banyak melukiskan banyak sejarah baru di hidup mereka juga..."
Seketika aku merasa lemas dan tak berdaya. Ia seolah mengatakan bahwa walau bagaimanapun aku bagi mereka pun adalah lembaran masa lalu mereka seperti mereka bagi diriku. walaupun ada benang merah yang belum terputus untuk menghubungkan kedua masa itu tapi tak bisa kupungkiri apa yang ia katakan benar adanya. Ya Rabb? apakah ini ujian untuk tekadku yang mengucap hendak melangkah ke masa depan?




Posting Komentar