Sederhana,
Seuntai kata dan sekelebat rasa
Keduanya berpadu merajut asa
Asa dimana mentari menyaksikan dua pasang mata beradu pandang di saat membuka hari
Asa dimana menikmati teriknya hari dengan bercengkrama bersama
Asa dimana petang menyaksikan dua cawan teh saling bertemu menghabiskan waktu menyambut mega
Dan lakon di dalamnya adalah aku dan kamu
Berulang kali kau tegaskan masa depan adalah misteri
Yang tak bisa ketahui apakah akan seindah hari ini
dimana kau dan aku saling merindu
dan berulang kali pula aku selalu berusaha menerima
kalau suatu saat bisa saja kau tak lagi merindu padaku
dan aku tak lagi merindu padamu
Kini asaku dan asamu terpaut jarak
Entah dengan esok yang mungkin terpaut waktu
Dan semakin kita sadari tak ada satupun yang kita miliki bersama
Kecuali saat ini
Saat dimana kita masih diberi kesempatan untuk saling merindu




Posting Komentar