Pia Amanda Nurhusni

Sederhana,

Seuntai kata dan sekelebat rasa

Keduanya berpadu merajut asa

Asa dimana mentari menyaksikan dua pasang mata beradu pandang di saat membuka hari

Asa dimana menikmati teriknya hari dengan bercengkrama bersama

Asa dimana petang menyaksikan dua cawan teh saling bertemu menghabiskan waktu menyambut mega

Dan lakon di dalamnya adalah aku dan kamu

Berulang kali kau tegaskan masa depan adalah misteri

Yang tak bisa ketahui apakah akan seindah hari ini

dimana kau dan aku saling merindu

dan berulang kali pula aku selalu berusaha menerima

kalau suatu saat bisa saja kau tak lagi merindu padaku

dan aku tak lagi merindu padamu

Kini asaku dan asamu terpaut jarak

Entah dengan esok yang mungkin terpaut waktu

Dan semakin kita sadari tak ada satupun yang kita miliki bersama

Kecuali saat ini

Saat dimana kita masih diberi kesempatan untuk saling merindu

Label: edit post
0 Responses

Posting Komentar