Tidak ada yang bisa dipercaya
Tidak Aku, Tidak juga dia, apalagi Kita?
Ha. Itu semua bukan lagi sekedar fatamorgana, melainkan adalah yang senyatanya
Ketika percaya hanya akan diakhiri kata bernama luka
Lalu dengan kata apalagi parafrase itu harus Ku ganti
Merinding, ketika memikirkan berapa lama waktu yang akan dihabiskan para ahli tata bahasa
Hanya untuk menemukan pengganti kata percaya yang lebih manusiawi dan lebih bisa dimaknai
Karena pada kenyataannya kata itu sering kali memaksa sesuatu yang bening di sudut mata menatap dunia.
Mungkinkah kata tersebut sebenarnya adalah bagian dari lelucon jenaka
Yang salah penempatan oleh nenek moyang kita?
Akh. Aku terlalu berkhayal!
Sejujurnya, mungkin itulah apa adanya
Bahwasanya sebuah kata percaya adalah tak bisa dipercaya!
– Kaki Gunung Tangkuban Perahu –
2010




Posting Komentar