Pia Amanda Nurhusni

Tidak ada yang bisa dipercaya

Tidak Aku, Tidak juga dia, apalagi Kita?

Ha. Itu semua bukan lagi sekedar fatamorgana, melainkan adalah yang senyatanya

Ketika percaya hanya akan diakhiri kata bernama luka

Lalu dengan kata apalagi parafrase itu harus Ku ganti

Merinding, ketika memikirkan berapa lama waktu yang akan dihabiskan para ahli tata bahasa

Hanya untuk menemukan pengganti kata percaya yang lebih manusiawi dan lebih bisa dimaknai

Karena pada kenyataannya kata itu sering kali memaksa sesuatu yang bening di sudut mata menatap dunia.

Mungkinkah kata tersebut sebenarnya adalah bagian dari lelucon jenaka

Yang salah penempatan oleh nenek moyang kita?

Akh. Aku terlalu berkhayal!

Sejujurnya, mungkin itulah apa adanya

Bahwasanya sebuah kata percaya adalah tak bisa dipercaya!

– Kaki Gunung Tangkuban Perahu –

2010

Label: edit post
0 Responses

Posting Komentar