Pia Amanda Nurhusni
Kancing kehidupan terlontar dengan perlahan
Burung pipit di seberang mengamatinya dengan seksama
Dan aku ikut serta
Memicingkan mata dari kejauhan

Bahagia, Sedih, Duka, Lara?
Nasib apa yang akan tertera?
Jangkrik saja sampai menahan nafas
Hingga suara sunyi senyap

Angin bergerak perlahan. 
Tak mau jadi kambing hitam penentu hasil lemparan benda bulat tadi
Begitu pun dengan sang raja hutan
Ia tunda keangkuhannya untuk menerkam
demi mendapati nasib yang murni

Ah kau kancing kehidupan!
Betapa kau dapati semua mata tertuju padamu?
Tunjukkan segera yang terbaik untuk kami.
Bisikku dalam hati.
Label: edit post
0 Responses

Posting Komentar