Pia Amanda Nurhusni
Memasuki bulan Desember selalu akan tercium bau khas bulan kelahiran saya ini. Bau tanah selepas hujan, dan bau wijaya kusuma yang sedang mekar. Hmm, mungkin bagi sebagian besar orang wijaya kusuma bukan merupakan salah satu bunga yang familiar di telinga mereka. Karena saya pun baru mendengar tentang bunga ini sekitar 2 entah itu 3 tahun yang lalu.

Ketika itu Bapa saya sedang rajin dan asyik menikmati hobinya berkebun. Bapa sedang senang merawat Samia, aglaonema, euphorbia dan gelombang cinta. Di samping keempat tanaman tadi Bapa juga merawat tanaman lain. Suatu ketika di saat Bapa saya sedang asyik menyirami tanamannya saya bertanya, "Pa, ada nggak bunga yang mekarnya bulan Desember? Namanya apa?". Tidak berapa lama kemudian Bapa saya menjawab, "Ada, namanya Bunga Wijaya Kusuma. Bunganya sederhana, tapi cantik juga unik." Seketika saya langsung jatuh cinta pada bunga yang belum pernah saya dapati langsung itu.


Setelah mencari dan membaca beberapa artikel tentang bunga wijaya kusuma akhirnya saya dapati fakta bahwa sebetulnya bunga wijaya kusuma tidak hanya mekar di bulan desember melainkan kadang di bulan september atau november. Namun begitu memang bunga ini konon lebih sering didapati mekar ketika memasuki bulan desember.

Bagi orang jawa bunga wijaya kusuma menjadi salah satu bunga yang dianggap keramat karena menurut mitos pewayangan jawa bunga wijaya kusuma merupakan senjata sakti selain cakra yang dimiliki Prabu Kresna (Titisan Batara Wisnu). Bunga ini konon oleh Prabu Kresna digunakan untuk menghidupkan kembali orang yang sudah mati.

Bunga Wijaya Kusuma ternyata memang memiliki keunikan tersendiri. Ia memiliki waktu mekar yang sangat singkat dan hanya mekar pada malam hari. Ketika bunga lain pada umumnya mekar menghadap Matahari maka dapat dikatakan bunga ini mekar justru untuk mencari bulan yang sedang bersinar. Bunga ini bagi sebagian orang dianggap pembawa hoki. Barang siapa dapat menyaksikan mekarnya wijaya kusuma maka menurut mitos pewayangan jawa orang tersebut akan lancar rezekinya.

Sebagai umat muslim tentunya saya lebih menyerahkan soal rezeki, jodoh, hidup dan mati hanya pada Allah SWT. Saya jatuh cinta pada keindahan wijaya kusuma bukan karena mitosnya melainkan karena mekarnya di bulan desember. Sehingga berasa memiliki simbol tersendiri bagi bulan kelahiran saya. Selamat Datang Bulan Desember, semoga di bulan ini saya segera mendapat kabar yang terbaik, diberi kesehatan lahir batin,  dan dilancarkan rezeki. amin ^^
0 Responses

Posting Komentar