Pia Amanda Nurhusni
Hore! Tiba juga di hari ini! Hari pertama berwisata setelah hampir 3 minggu berada di Kediri. Miris ya, biar kata kediri deket ke Malang, Surabaya, Tulungagung, tapi saya baru bisa berwisata hari ini. Huhu. Tapi tetep harus bersyukur, daripada nggak sama sekali?

Yap! Hari ini saya dan teman-teman kelas Pre-Toefl di Elfast English Course (Para murid asuhan Mr. Faiz dan Miss Rifah) akan menghirup udara segar Kelud. Kami berangkat dari Elfast sekitar pukul 08.00 WIB setelah terlebih dahulu mampir sebentar ke Logico camp (Camp saya) berhubung handphone saya tertinggal (*sering banget melakukan kebodohan -_-)

Perjalanan Pare - Kelud kurang lebih ditempuh selama 1,5 jam. Kami berangkat dengan menggunakan armada travel yang sudah diurus oleh Mr.Faiz sebelumnya. Thank you Mister! Sesampainya di pintu masuk Obyek Wisata Gunung Kelud kami berfoto-foto sejenak

Tiket masuk ke obyek wisata Gunung Kelud ini cukup terjangkau, Setiap orang (Dewasa) hanya dikenakan tiket seharga Rp 10.000,-, untuk parkir Rp 3.000,- dan untuk tiket masuk kendaraan dengan jenis mobil seharga Rp 2.000,-
Gunung Kelud merupakan salah satu objek wisata yang dinobatkan sebagai obyek wisata alam terbaik di Jawa Timur pada tahun 2011 lalu. Gunung ini merupakan gunung berapi yang masih aktif, gunung ini terletak di perbatasan kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang.


Gunung api ini termasuk dalam tipe stratovulkan dengan karakteristik letusan eksplosif. Seperti banyak gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Kelud terbentuk akibat proses subduksi lempeng benua Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Sejak tahun 1300 Masehi, gunung ini tercatat aktif meletus dengan rentang jarak waktu yang relatif pendek (9-25 tahun), menjadikannya sebagai gunung api yang berbahaya bagi manusia. Gunung api ini terletak pada koordinat 7.93°LS 112.308°BT.

Kekhasan gunung api ini adalah adanya danau kawah (hingga akhir tahun 2007) yang membuat lahar letusan sangat cair dan membahayakan penduduk sekitarnya. Akibat aktivitas tahun 2007 yang memunculkan kubah lava, danau kawah nyaris sirna dan tersisa semacam kubangan air.



Puncak-puncak yang ada sekarang merupakan sisa dari letusan besar masa lalu yang meruntuhkan bagian puncak purba. Dinding di sisi barat daya runtuh terbuka sehingga kompleks kawah membuka ke arah itu. Puncak Kelud adalah yang tertinggi, berposisi agak di timur laut kawah. Puncak-puncak lainnya adalah Puncak Gajahmungkur di sisi barat dan Puncak Sumbing di sisi selatan. Panorama di Puncak Gajah Mungkur dapat dicapai dengan menaiki ratusan anak tangga terlebih dahulu (kurang lebih 600 anak tangga).

Daya pandang panorama Kelud dari Puncak Gajah Mungkur  (Menatap ke arah Puncak Sumbing yang biasa digunakan untuk jalur panjat tebing)
Danau Kawah Gunung Kelud Sebelum Letusan Tahun 2007
Kubah Lava yang Tumbuh Setelah Letusan Tahun 2007, dikenal sebagai Anak  Gunung Kelud
Potret anak Gunung Kelud November 2012

Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini. 

Kubah lava yang tumbuh setelah letusan tahun 2007 ini bila malam hari tiba disinari lampu-lampu cantik sehingga bercahaya seolah masih nampak magma diantaranya. Selain pemandangan alam yang menakjubkan, area obyek wisata Gunung Kelud juga memiliki mysterious road sebagai salah satu keunikannya. Mysterious road merupakan sejalur jalan sepanjang kurang lebih 100 meter. Kawasan ini berada pada lereng Gunung Kelud. Menurut pengalaman banyak orang yang telah datang membuktikan gravity hill di kawasan tersebut. Bila mengendarai kendaraan, dengan mesin mati atau nyala dan persneling netral, maka kendaraan akan jalan sendiri. Bila kita menuju ke arah puncak Gunung Kelud dan jika berhenti di jalan misteri, maka mobil akan mundur dengan sendirinya. Banyak anggapan yang melatarbelakangi adanya mystery road ini diantaranya adalah adanya medan magnet yang besar seperti di jabal magnet madinah, hingga mitos tentang jin penunggu Kelud. Tetapi Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh guru-guru SMKN 1 Blitar menunjukkan kesimpulan bahwa jalur misteri tersebut dari arah Kediri menuju ke gunung Kelud sebenarnya menanjak dengan selisih ketinggian 1,03 m pada jarak 33 m. Jika diukur ujung ke ujung jalur, maka selisih ketinggian tersebut lebih besar lagi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Guru-Guru SMKN 1 Blitar ini maka akan sangat wajar kendaraan yang berada dalam kondisi netral mundur (menurun) dari arah kelud karena kontur jalan yang menanjak tadi.

Mata air panas atau sumber air panas Kelud merupakan titik lain di Kelud yang juga dapat dinikmati pengunjung saat berwisata ke obyek wisata Kelud. Untuk mencapai sumber air panas ini kita harus melewati ratusan anak tangga terlebih dahulu (kurang lebih 500 anak tangga). Jadi total tangga yang harus dilewati di Gunung Kelud jika ingin mencapai Puncak Gajah Mungkur dan Sumber air Panas kurang lebih mencapai 1200 anak tangga untuk satu kali melewatinya saja.
Air Terjun Dengan Air panas yang mengalir
Sumber Air Panas

Nah, sekian ulasan pengalaman wisata saya dan teman-teman ke Gunung Kelud. Semoga tulisan sederhana tentang Gunung Berapi yang memiliki ketinggian sekitar 1731M (5679 Kaki) di atas permukaan laut ini menambah kecintaan kita terhadap Indonesia yang memiliki kekayaan alam tidak terbendung. Keep save our ecosystem, save our asset, save and love our country ^^


Foto-Foto:
Nurhusni, Pia Amanda. (2012). Dokumentasi Pribadi. 
Cokro, Dais. (2012). Obyek Wisata Kediri dari Letusan Gunung Kelud. [Online]. Tersedia di: Panduantempatwisata.blogspot.com

Referensi:
Jawatimuran, Pusaka. (2012). Gunung Kelud, Mystery Road. [Online]. tersedia di: Jawatimuran.wordpress.com
Wikipedia. (2012). Gunung Kelud. [Online]. Tersedia di: http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kelud

0 Responses

Posting Komentar