Pia Amanda Nurhusni
Oke, beginilah namanya hidup. Tidak cukup diselesaikan dengan hanya menyelesaikan sebuah karya tulis bernama skripsi. Hari ini merupakan pengalaman pertama saya melamar pekerjaan secara langsung. Dan, pengalaman yang Wow juga ternyata sebagai 'new comer' di dunia 'jobseeker'. Ya, ini kali pertama saya melamar pekerjaan secara langsung (setelah lulus) setelah kurang lebih seminggu sebelumnya saya mencoba apply di beberapa company. Beruntung saya melewati pengalaman pertama ini didampingi teman berbagi, sahabat saya sedari masa SMP. 

Iya, hari ini kami sama-sama berjuang, menyimpan amplop coklat berisi ringkasan hasil pengeluaran orang tua kami selama ini (baca: riwayat pendidikan). Rasanya itu ya pengalaman pertama memang gak ada dua. Pertama sampe sekolah langsung nanya dimana bagian tata usaha, setelah itu lalu bertanya di bagian mana kami bisa memasukkan lamaran kami. 

Beruntung, pengalaman pertama ini diterima dengan baik oleh staff tata usahanya meskipun entah untuk posisi yang saya butuhkan tersedia atau tidak.Setidaknya untuk beginner seperti saya penerimaan yang baik saja sudah menjadi satu hal yang menenangkan sebelum kabar baik lainnya diterima. Ya, di ruangan tata usaha yang merangkap  dengan ruang kepala sekolah disana saya menjajal interview pertama. Hmm.. cukup tau, begini ya interview pertama di sekolah pertama yang saya tuju di kota saya. Disini saya berusaha menjual profil saya. Tapi apalah arti sebuah profil dan rentetan panjang di dalamnya jika posisi yang dibutuhkan belum tersedia. Maka dari itu besar harapan saya, semoga pengalaman pertama (setelah lulus ujian sidang) ini dapat memberi saya penghasilan pertama yang berkah juga. amin.

Bagi saya, bekerja di dunia pendidikan, kepenulisan, ataupun perusahaan tidak apa. Mungkin dunia kepenulisan ataupun perusahaan akan jadi dunia yang cukup asing bagi saya dalam hal bekerja. Jika hobi mungkin lebih familiar karena salah satu hobi saya adalah menulis. Tapi apapun itu bidang pekerjaan yang saya geluti nanti, dimana pun itu, semoga selalu diberkahi Allah SWT. Amin. Manusia seringkali sok tahu tentang yang terbaik untuk dirinya, padahal jelas, hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui atas segalanya. Tuhan, beritahu kami, apa apa yang terbaik untuk kami.. amin.. 
0 Responses

Posting Komentar